Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

tanya Kirana, suaranya dipenuhi kemarahan yang gemetar. Raka mulai mengamati dinding lorong. Dinding itu gelap dan lembap, penuh lumut. Di sana, tertoreh sesuatu yang membuat Raka kembali menarik napas tajam. Menggunakan arang yang berasal dari obor di joglo, seseorang telah menggambar sketsa. Itu adalah sketsa kasar Wayang Satyaki yang sedang berlutut. Dan di bawah sketsa itu, ada satu kata yang ditulis tebal, menyerupai huruf jawa kuno:
932 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
CINTA YANG DATANG TANPA ISYARAT

CINTA YANG DATANG TANPA ISYARAT

Rakha tampak lebih pendiam dari biasanya, seolah ada sesuatu yang membebani pikirannya. "Ini untukmu," kata Rakha, menyerahkan sebuah sketsa bingkai kayu. Aruna memandangi gambar itu. Itu adalah desain rumah kecil dengan taman di sekelilingnya. "Apa ini?" tanyanya pelan. "Rumah yang aku impikan," jawab Rakha. "Dulu, aku membayangkannya untuk seseorang… tapi aku kehilangan kesempatan itu."
957 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Nikah Yuk!

Nikah Yuk!

“Jadi, rumah ini adalah rumah rancangan istri saya, kebetulan istri saya lulusan arsitek yang kini tengah mengepalai sebuah pembangunan resort milik kakek saya-Kallandra Gunadhya yang terletak di daerah Puncak … dan tanpa sepengetahuan saya, ternyata selama ini istri saya menggambar sketsa sebuah rumah, bukan hanya keseluruhan bagian rumah yang tampak dari luar … tapi setiap ruangan dia buat termasuk sketsa kamar utama dengan jacuzy yang memiliki atap dan dinding kaca … saya menemukan sketsa-sketsa itu di ruang kerja saya ….” Kaivan menjeda lalu mematikan mic. “Aku menemukan sketsa kamu ketika aku mencari kamu beberapa waktu lalu, Pak Haris bilang kamu menghabiskan banyak waktu di perpustaka
9.335.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Jerat Rahasia Teman Masa Kecilku

Jerat Rahasia Teman Masa Kecilku

bujuknya pada diri sendiri. Nara seolah memaksa mengambil buku sketsanya dari pada ponsel yang seharian ini ia abaikan. Namun apa yang ia gambar di luar praduganya. Jemarinya dengan mulus dan cepat menggambar sebuah sketsa, dapur, lelaki yang tersenyum juga masakan. Jelas, tanpa sadar penanya menggoreskan sketsa di dapur saat itu, di apartemen Aland.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Pemandangan di depannya membuat hatinya remuk. ​Kamar itu kapal pecah. Kertas-kertas sketsa arsitektur berserakan di lantai, bercampur dengan puntung rokok yang meluber dari asbak. Dan di atas kasur busa di pojok ruangan, ada gundukan selimut tebal yang bergerak pelan. ​Soraya mendekat perlahan, meletakkan tasnya di meja belajar yang penuh debu.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

Aku bisa mendengar detak jantungnya yang kuat dan tenang. "Aku pernah lihat sketsamu," aku Cakra tiba-tiba. "Apa?" Aku mendongak, menatap dagunya yang berstubel kasar. "Sepuluh tahun lalu. Di pameran kampus. Lukisan abstrak berjudul 'Silent Scream'. Warna merah dan hitam yang dominan." Cakra menatapku. "Itu karyamu, kan?" Aku ternganga. "Bagaimana... bagaimana Anda bisa ingat? Itu pameran mahasiswa. Tidak ada yang peduli."
760 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
DEKAPAN POSESIF PRIA DINGIN

DEKAPAN POSESIF PRIA DINGIN

ucapnya dengan suara yang lebih lembut dari biasanya. “Saya melihat beberapa sketsa kecil yang kamu buat di tepi catatanmu – mereka menunjukkan potensi yang besar. Meskipun kamu tetap saja suka fokus pada cerita daripada faktor praktisnya.” Arra tersenyum dan menunjukkan beberapa sketsa tersebut. “Saya selalu membuat sketsa awal setiap kali ada ide yang muncul di pikiran saya,” jawabnya dengan senyum yang hangat.
800 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Kakak Kelas dari Mimpiku

Kakak Kelas dari Mimpiku

Menggambar selalu menjadi pelarian terbaiknya saat otaknya dipenuhi banyak hal. ​Sketsa pertamanya adalah sebuah rumah modern kontemporer yang besar—rumah Natha. Di halaman berikutnya, dia menggambar Ketua OSIS-nya itu, lengkap dengan sudut bibir yang terangkat tipis, menampilkan binar jahil yang persis seperti ekspresi Natha di dalam mobil tadi.
10523 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Shadow of The Past

Shadow of The Past

Dia ikut melangkah, mengikuti Kasai yang sudah berjalan di depannya. oOo Kasai Hasegawa menuntunnya ke sebuah ruangan berdinding kaca. Tempat ini merupakan tempat ekslusif yang memamerkan produk utama mereka, sebuah maket perumahan mewah—miniatur perumahan yang terpampang dengan begitu luas dan megah. Di dalamnya, terdapat jejeran gedung yang bernaung dalam satu nama produk.
1030.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Ibu Susu untuk Madu Suamiku

Ibu Susu untuk Madu Suamiku

Kira tidak sadar bahwa wajahnya tengah diabadikan oleh tangan seniman yang berada tak jauh dari mereka. Beberapa saat kemudian, seniman muda itu memberikan kode pada Kai bahwa sketsanya telah selesai. Kai menghampirinya, lalu mengambil sketsa itu dan memasukkannya ke dalam map karton yang kemudian ia sembunyikan di dalam jaket. Kini Kai dan Kira melanjutkan kembali langkah mereka di jalanan Montmartre tersebut. Kai memegangi tangan Kira, tanpa sedetik pun melepaskannya.
9.350.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai sketsa kasar
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Langit
bagus banget, ngaduk2 emosi tapi kalo dilihat dari ciri khas penulis kayanya mau disakitin model apapun bakalan rujuk sih kyak 4 novel yg terdahulu, terlalu muluk sama ngelunjak ga sih kalo aku minta buat akhir cerita kira sma kai ini sad ending aja ga usah bersama. kira terlalu baik.
lullaby dreamy
demi apa ini nyakitinnya brutal bgt dr cerita² yg prnh kak ocha buat . baru baca sinopsis aja udh kpengen lambaikan tangan kearah kamera . bgtu udh baca ke 10 bab, fix lgsg kibarkan bendera putih..gak kuaatt T.T trlalu nyakitin hati bacanya, lead malenya brengsek luar biasa . nunggu tamat aja sptnya
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status