Sketsa Hujan
Lukisan bertajuk 'Sketsa Hujan dan Jejak Kehilangan' menjadi primadona.
Di sana, Aksara menggambarkan kursi bandara dengan teknik chiaroscuro yang tajam—kontras antara cahaya lampu bandara yang dingin dan kegelapan di luar jendela yang dihantam hujan. Banyak pengunjung berdiri lama di depannya, beberapa tampak menyeka sudut mata, merasakan kesepian yang berteriak dari balik kanvas itu.
"Kamu berhasil, Aksa. Kamu tidak hanya menggambar benda, kamu menggambar perasaan yang ditinggalkan," puji Pak Danu sambil menepuk bahu Aksara.