Godaan Panas Tetangga Baru
Tangannya menggenggam secangkir teh hangat yang Fara siapkan, dan matanya penuh rasa ingin tahu—seperti sedang mencari celah untuk membuka percakapan penting.
“Gimana kemarin? Ada perubahan nggak?” tanya Kiara to the point. Sorot matanya tajam, memeriksa raut wajah sahabatnya.
Fara hanya mengangkat bahu dengan malas. Matanya lelah, dan bibirnya mengulas senyum tipis yang lebih terlihat seperti sarkasme daripada kebahagiaan. “Seperti yang kamu lihat, Ki. Nggak ada perubahan sama sekali. Masih lempem kayak biasa,” jawabnya pendek. Setelah itu ia menambahkan dengan nada sarkastik, “Kerupuk kali, lempem.”