Perjanjian Pernikahan Tanpa Hati
Aulia melangkah masuk ke pemakaman,
suara langkah kakinya sendiri terdengar jelas di udara yang sunyi dengan pemandangan matahari yang hampir tenggelam.
Dia berjalan melewati barisan makam yang rapi dan terawat,hingga sampai di sebuah makam batu hitam yang familiar,
Makam Kakeknya, Joyo Kusumo.
Aulia berhenti di depan makam, menutup mata sejenak, lalu membuka kembali untuk membaca nama di batu nisan.