Ada satu momen di mana Aul benar-benar mencuri perhatianku lewat karya 'Ruang Sunyi'. Awalnya cuma iseng scrolling timeline media sosial, eh tiba-tiba nemuin puisi-puisinya yang bikin merinding. Gak cuma puitis, tapi juga nyentuh sampai ke tulang. Kayak ada gemuruh emosi yang dibungkus dalam kata-kata sederhana tapi mematung. Karyanya itu semacam terapi buat yang lagi galau, terutama buat generasi muda yang sering merasa sendirian di keramaian.
Yang bikin menarik, Aul gak cuma menulis di atas kertas. Dia bikin instalasi seni interaktif di acara budaya tahun lalu, di mana pengunjung bisa meninggalkan cerita mereka di antara baris-baris puisinya. Seni jadi medium dialog, bukan sekadar pajangan. Kreativitas semacam ini yang menurutku jarang ditemui di seniman muda sekarang.