Aku bukan Alea
Luna merapikan gaunnya, menarik napas panjang, lalu kembali melangkah ke aula, Wajahnya kembali tenang, anggun, nyaris suci.
Nolan melihat semuanya.
Dari sudut aula, dari balik keramaian dan kilau lampu, matanya tak pernah lepas dari satu sosok yaitu Luna. Bukan Alea di panggung, Bukan Keenan yang berdiri tegak dengan selempang kehormatan, Hanya Luna.
Dan Nolan tahu ia mengenal setiap ekspresi Luna, Setiap senyum palsu, Setiap detik ketika bahunya tampak terlalu lurus, terlalu tenang.
Hot Chapters