Selir Yang Terlupakan
Di sampingnya, Chuntao menatap dengan ekspresi takjub yang tulus, seolah baru saja menyadari sesuatu yang selama ini tersembunyi.
Melodi itu perlahan berubah, naik ke nada yang lebih tinggi namun tetap lembut—menggambarkan puncak gunung yang diselimuti kabut, aliran sungai yang tenang namun dalam, dan kerinduan yang tak terucap namun tak pernah hilang. Setiap ketukan jari, setiap jeda yang kubuat, memiliki makna yang tak terucap: tentang kesunyian empat tahun, tentang ketabahan yang tak pernah pudar, dan tentang harapan yang tak pernah mati walau tak pernah disapa.