Mengandung Bayi Presdir Dingin
Gerakan dansa mulai menunjukkan sedikit kemabukan, disertai dengan sentuhan kegenitan.
Pada gelas anggur ketiga, pandangan Senja beralih ke arah Ardhana. Meskipun seharusnya tatapan itu adalah tatapan menggoda, namun ada jejak ketidakberdayaan. Sambil membungkuk, ia mengambil gelas itu dari meja. Tampaknya dipenuhi dengan kesedihan dan kelegaan, emosi yang intens melonjak. Sebuah air mata menetes dari sudut mata Senja, dan tanpa ragu-ragu, ia menenggak minuman itu. Bibirnya terkatup, gelas anggur itu jatuh ke lantai dengan suara yang bergema. Bait terakhir dari lirik lagu itu meluncur dari bibir Senja:
"Hidup di dunia ini seperti mimpi di musim semi, jadi mari kita buka hati dan minum bebera
Hot Chapters