Terjerat Takdir Tuan Saka
Apalagi harus kembali melihat wajah Clara yang senyumnya palsu dan mendengar suara manja yang terasa menjengkelkan.
Namun, begitu matanya menangkap pemandangan di atas kasur, langkahnya terhenti sejenak. Sprei sudah rapi seperti tak pernah ditiduri, dan di atasnya, setelan kerja sudah tertata rapi lengkap dengan dasi yang dilipat hati-hati. Saka diam, tangannya mengusap sedikit poni basahnya ke belakang, lalu tanpa sadar bibirnya tertarik membentuk senyum tipis.