SHANIA
Pria itu mencubit hidung wanita di depannya itu, lalu berkata tenang, "Sebuah pesta, Sayang. Hanya pesta ulang tahun. Tapi semua adik-adikmu dari panti asuhan akan hadir. Lalu Ibu, dan dua keponakanku yang recok."
Shania terperangah, lalu tatapannya mendadak sedikit berwarna haru. Ada sesuatu yang terdengar baru di telinganya. "Ibu?" ucapnya. "Kamu mulai memanggilnya Ibu?" Alan mengangguk. Shania lalu sekejap tertawa kecil, kemudian menambahkan, "Ini akan menyenangkan. Alexis dan Bianca juga akan datang? Aku suka ini! Dimana kamu mempersiapkan pestanya?"
"Di rumahmu," jawab Alan lugas. Shania mengerutkan kening, lalu Alan menambahkan, "Proyek pertamamu di Bali. Kamu ingat?"
Hot Chapters