TERIKAT PERJODOHAN
“Iya nih, Pah. Padahal Xavi bilangnya mau ijin ke Papa dulu. Makanya Xavi janjiin ke dianya besok. Soalnya mau rembukan sama Papa. Gimana juga, sebelum Papa nyusul Opa kan, rumah ini masih milik Papa. Xavi mana boleh seenaknya sendiri masukin orang luar ke dalem.”
“Xav, bentar!” Niel merekahkan ke-lima jari tangannya hingga mengenai wajah Xavier. Jika ia tidak salah dengar— anak durhakanya yang dahulu begitu manis ketika masih kecil, membawa-bawa mendiang opanya yang tidak lain adalah Hanggono Tirto, papanya.
Apa tadi katanya?
Sebelum ia menyusul Opa-nya kan?!
Beraninya anak itu! Secara tidak langsung, Xavier mendoakan dirinya agar segera menuju ke alam keabadian untuk bertemu dengan para le