Suami Bersama
Ya, dia memang sudah meyakinkanku semalam bahwa ia akan tetap bersamaku.
Mas Yusuf mencium tengkukku yang polos karena rambutku diikat cepol ke atas, kemudian menghirup wangi shampo yang menguar dari rambutku.
"Hmm, wangi sekali kamu, sayang," ujarnya sambil mencium ceruk leherku.
"Mas..." desisku, berusaha lepas darinya karena merasa geli.
"Aku masih kangen kamu, sayang!" ucap suamiku pelan dan mengeratkan pelukannya.