Menjadi Simpanan Ayah Mertua
Posisi itu membuat Wuhan bebas jika masih menginginkan sisi intimnya lebih banyak.
“Wuhan, oukh, kamu sangat pandai memuaskanku, sayang, aku sebenarnya pulang ke rumah Nenek, maafkan aku sudah berbohong padamu,”
“Ya, sayangku, aku tidak akan marah lagi, malam ini lubangmu yang nikmat akan aku genjot semalaman, kamu harus membayarku,” bisiknya dengan mesra. Wuhan mencium bibirnya sambil terus mengayunkan dan menggenjot lubang Suxuan dengan ritme pelan. “Ah, sssshh, aaah, Suxuan, aahh,“ desahnya.
Hot Chapters