Pesona Istri Yang Kuabaikan
Akhirnya, benar kata Zitni, lebih baik aku menundukkan pandangan.
"Gini, si Fatimah ini ponakan jauh ana. Dia udah yatim, cuma tinggal sama ibunya. Ana ditugasi ibunya, saudara ana, buat mencarikan pasangan buat dia. Nah, masalahnya dia suka sama ente."
Aku semakin menunduk. Tanganku sudah tremor. Bukan takut, tapi lebih ke gugup dan tak tahu harus menjawab apa. Harusnya aku menolak dengan tegas, kan? Kenapa jadi begini urusannya.