100 Hari Bilang Sayang
yang dimaksud adalah Prabu.
“Ouh, jadi Pak Prabu setannya. Cocok sih, kan suka gentanyangan dimana-mana,” canda ku dengan puas.
Panjang umur mereka, orang yang dibicarakan masuk melalui panggilan handphone milik Pak Emil. Semua mata terbelalak, terlebih Pak Emil. Pada panggilan pertama, Bu Zeva memberi kode untuk tidak mengangkatnya. Ia turuti, tak lama panggilannya di tutup. Secara bersamaan mereka pun lega dan akan melanjutkan revisiannya. Saat akan memulai, Prabu menelpon untuk ke dua kalinya. Semuanya kompak meminta Pak Emil tidak mengangkat, karena bakal ketahuan posisi mereka dimana. Kurang lebih ada dua puluh panggilan yang masuk melalui hp pak Emil, dan membuat mereka terganggu. Buka
Hot Chapters