Neraka untuk Adik Madu
Aku langsung menoleh ke arah Mama dan Daffa saat telingaku mendengar suara kentut.
"Daffa kentut ya, Ma?" ucapku lalu mengibaskan tangan di depan hidungku. Bau kentut yang menyengat terasa menusuk di hidungku.
"Iya," ucap Mama.
"Maaf, Ma. Maklumin ya, Ma, Daffa kan masih kecil, jadi belum tahu sopan-santun," ucapku kemudian dengan masih mengibaskan tangan.
Tak berselang lama, bunyi kentut kembali terdengar, namun kali ini suaranya seperti berat sekali. Seperti ada sesuatu yang keluar mengiringi suara itu.
Bab Populer