PETAKA REUNI
kenapa aku begitu tega kepadanya?
“Aku mau ini yang banyak.” Arsyl menunjuk tumis sayuran di meja.
“Aku juga mau ini, ini, ini. Aku mau semuanya.”
Dan lagi-lagi, tawa bahagianya membuat aku terharu. Membahagiakannya, kenapa begitu mudah? Sementara aku tidak pernah paham apa pun tentangnya. Padahal, membahagiakannya seperti ini, justru akulah yang paling bahagia.