Kontrak Suci
“Sejauh ini, aku nggak pernah komentar negatif setiap makan makananmu.”
“Maksudku …” Suci kembali menatap Arif. “Apa levelnya lumayan, enak biasa, enak banget, atau super enak?”
Arif tertawa singkat. Akhirnya, ada kekehan yang bisa ia lepas tanpa beban setelah menghadapi orang tuanya. “Selama makanan itu bisa dimakan, itu artinya enak.”
Suci berdecak karena jawaban Arif benar-benar tidak memuaskan. “Tapi enak itu ada yang enak banget, ada yang biasa aja. Kalau masih level biasa, itu artinya aku belum bisa jualan.”
Hot Chapters