Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Before You Leave

Before You Leave

Semuanya kacau begitu saja tak ada kepastian apa-apa. Jikalau benar rasa ini kan fana, tolong biarkan aku menikmatinya bersamaan dengan luka yang ada. Jikalau kau tak suka denganku, maka katakanlah sedari awal. Agar aku tak berharap lebih kepadamu. Dan berhenti untuk menyukaimu.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as take or leave it
Read
+Library
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

"Better than numb." "What happens now?" "Now we see what happens next." "Very philosophical." "Very practical. Do you want to stay or do you want to go home?" "I want to stay. But I should probably go home." "Those aren't contradictory. You can want something and choose something else." "Then I choose to go home. But I want to stay." "When you're ready to choose wanting to stay, let me know." "What if I'm never ready?" "Then you'll have had excellent Italian dinner and memorable kiss in beautiful apartment."
1013.6K viewsCompletedAdded to Library 379 Times as take or leave it
Read
+Library
Please Let Me

Please Let Me

Vanilla yang melihat hanya membalasnya dengan senyuman tipis. Selama pelajaran, pikiran Vanilla terus memikirkan Reivant. Ia terus memikirkan pilihan mana yang harus ia ambil. Apakah ia harus menerima tawarannya atau langsung keluar sekolah hingga benar-benar didepak.
4.0K viewsCompletedAdded to Library 96 Times as take or leave it
Read
+Library
YOU

YOU

dewi Triana.A7710ouroursthusily
Don't Leave Me Alone "Kesya, kau mendengar ku? Jangan tutup matamu, pegang erat tanganku. Kau tidak boleh meninggalkan ku, sama sekali tidak boleh." Sean memberikan rentetan kalimat lirih, berusaha menjaga Kesya agar tetap sadar. Menggenggam kuat tangan pucat dan lemah Kesya, dengan berurai air mata Sean merapalkan doa penuh harap pada Sang Pemilik Hidup.
9.911.3K viewsCompletedAdded to Library 282 Times as take or leave it
Read
+Library
RETAK

RETAK

Padahal Vitaloka merasa kurang nyaman dengan hal yang berbau kemewahan. "Semuanya bagus, Tian. Aku bingung harus memilih yang mana?" Vitaloka menatap Sebastian. Senyum manis masih terbingkai di wajah. "Kamu benar, tapi pilih saja yang menurutmu pas di hati," kata Sebastian mencoba menyakinkan sekali lagi. Vitaloka menggeleng lemah. Dia paling tidak bisa harus memilih. "Nanti saja, aku tanya sama Ummi dan minta saran beliau."
103.5K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as take or leave it
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status