Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
YOU

YOU

Xavier tertawa melihat wajah antusiasnya Aluna, dalam hati ia bersyukur bisa melihat senyum cantik itu secara langsung, tidak melalui video call yang biasa mereka lakukan apabila sedang terpisah lautan. “Scarlet Velvet Cake nya dua, New York Cheese Cake nya satu sama Classic Dark Chocolate Cake nya satu.” Xavier mengulangi pesanan Aluna dan menambahkan beberapa cake lain untuk dirinya juga Dira. “Baik, ada tambahan lain kak? Untuk makanannya mau dine in atau take away” “Kamu mau pesen apa lagi, Ocean?” “Udah cukup, itu aja.” “Cukup kak, itu aja pesanan kita dan dine in ya.”
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai takes out
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Enggan menjawab pertanyaan yang berujung pada rasa sakit hati saja. "Jaket. Itu jaket kesayangan saya. Saya ke sini buat ngambil," ucap Rajaswala dengan santainya mengambil gelas di tangan Vitaloka. Lalu meneguk jus yang hanya tersisa setengah sampai tandas tak tersisa.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai takes out
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

Mereka tak ingin mengacaukan proses penyelesaian cara Dadong. Beberapa menit menunggu, Putu Adi keluar dengan memegang bungkusan kain hitam. Setelah dengan Mak Nah, remaja ini pun menyerahkan bungkusan tadi. “Ini, W*.” “Yan, mai jemak!” (Yan, ke sini ambil!”) Ni Kesumasari gegas menghampiri lalu mengambil bungkusan dari tangan Putu Adi. Wanita mualaf ini memandang bingung ke arah Mak Nah.
9.916.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai takes out
Baca
+Pustaka
Choice

Choice

Goda Ray. “Mending aku jomblo seumur hidup.” “Awas aja kalau lagi butuh traktiran.” Ray beranjak dari duduknya, berjalan mundur keluar dari kantin. “Yaelah, cuma traktiran doang pakai ngancam.” Zahra melambaikan dompet milik Ray.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai takes out
Baca
+Pustaka
A DEAL

A DEAL

Ardhan menganggukkan kepalanya. "Udah gue duga." *** Lyana, Alisa, Chania, dan Christy sedang merapihkan alat tulisnya dan memasukannya ke dalam tas mereka masing-masing. Seperti biasa, mereka berempat selalu terakhir keluar kelas, karena mereka masih ingin mengobrol santai minimal lima belas menit sebelum mereka pulang ke rumah. Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan mereka sejak masih duduk di bangku SMP.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai takes out
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

Sambil bangkit dari ranjang. Sebelum Arjuna meninggalkan ruang UKS. Wanita itu memberikan beberapa obat yang disatukan ke kantong kertas berukuran kecil. Baru setelah itu ia berjalan pergi sambil berkata, "Anggap saya tidak pernah kemari." Dengan seutas senyum penuh makna.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai takes out
Baca
+Pustaka
ESCAPE

ESCAPE

ucap Pak Akbar kepada Bu Sasmi sembari melambaikan tangannya mengantar kepergian Bian, Ranti dan juga Ibunya. . Dilain sisi, Kevin tengah duduk sembari menatapi Aira yang terus saja mengoceh tentang koleksi makeupnya. Sesekali gadis itu menyemprotkan beberapa perfume untuk dipilih oleh Kevin mana yang paling cocok untuk dirinya. Sembari tersenyum polos, Aira terus saja berbuat iseng kepada Kevin.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai takes out
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedaneelprend
Lalu, aku mengambil lip tint berwarna oranye di kantung ransel bagian depan. Aku baru sadar, aku nggak bawa sling bag. Mau nggak mau aku keluar tanpa membawa tas, ya kali aku bawa ransel. Lalu, aku memutuskan untuk segera memakai sneaker warna putihku. Tok tok! Tok tok tok tok!
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai takes out
Baca
+Pustaka
Broken

Broken

Kedua telapak kaki Reina mengeluarkan darah cukup banyak, dan di kedua telapak kakinya pun terdapat banyak pecahan kaca yang tertancap. “Bunda!” Sontak saja Reina langsung berpikir bahwa telah terjadi hal buruk pada sang bunda. Gadis itu pun langsung mencabut pecahan kaca yang tertancap pada telapak kakinya. Dan tanpa berpikir panjang ia segera bergegas menuju tempat bundanya bekerja.
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 389 kali sebagai takes out
Baca
+Pustaka
TAK INGIN BERCERAI

TAK INGIN BERCERAI

sentaknya. “Karena penculikan itu?” aku bertanya memastikan. Intan menggeleng, air matanya kembali luruh. “Lalu apa? Kenapa kamu begitu marah?” aku berjalan perlahan mendekatinya. “Maaf, aku gak bisa bilang. Tapi, aku peringatkan buat Mbak, jangan terlalu baik sama aku kalau kamu gak mau sakit hati dan kecewa!” ucapnya lalu pergi meninggalkan rumahku.
24.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 877 kali sebagai takes out
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status