Mom For Andrea
Dengan lincahnya Emir memutar setir tersebut ke kiri, tak lama ke kanan, memasuki jalanan yang pas dengan mobilnya, dimana sebentar lagi mobil itu akan berhenti tepat di mansion miliknya.
“Selamat pagi, Tuan Emir.” Pria berpakaian hitam menyambut Emir dan kunci mobil yang Emir berikan. “Nyonya Jasmine berada di dalam, sedangkan Nyonya Teresa sudah pergi beberapa menit yang lalu.” Pria itu seakan tahu isi kepala Emir.
Setelah menganggukkan kepala, barulah Emir masuk ke dalam. Dia berhenti, menatap lurus ke depan, sementara pikirannya bekerja, memilih tempat mana yang ingin dipilih sebagai labuhan pertama.
Hot Chapters