Tanda Pemberontak Langit
Tanda merah di tulang selangkanya terasa panas seperti besi yang dibakar.
Tiba-tiba, ia tidak lagi berada di ruang bawah tanah yang dingin. Ia berdiri di kehampaan yang tak berujung—sebuah ruang yang terasa seperti Sunyata (Kekosongan), tanpa batas dan tanpa waktu. Di depannya, melayang sosok yang terbuat dari cahaya keemasan redup—seorang pria tua dengan janggut panjang dan mata yang tampak seperti mengandung ribuan bintang yang sekarat.
“Akhirnya…” Suara itu terdengar seperti angin kuno, berbisik melewati ribuan tahun. “…seorang pembawa, dan dia membawa Tanda Sanghyang.”