Misteri Pembalut Di Kamar Iparku
"Bu, Ibu seolah tahu kalau aku akan terjangkit penyakit menjijikkan tersebut? Ibu akan marah?"
"Nanti Ibu akan marah, Bob, tapi sekarang kita usahain dulu penyembuhannya. Apa pun risikonya, kita harus perjuangkan dahulu." Bobi lantas merengkuh tubuhku dan kemudian meletakkan kepalanya di pundakku. Aku segera membelai kepalanya secara berulang-ulang.
"Ibu, maafkan aku!"
"Kita tunggu dulu hasil labnya, Bob."