Jeruji Tanah Anarki
Jillian harus terlihat tegar di depan orang lain, termasuk Ascal, walau air mata akan ia biarkan meluruh jika Ascal tidak melihatnya.
“Hao Yi ... Maru.” Jillian membatin, lirih nan sendu, membiarkan satu dua tetes air mata meluruh, kemudian ia memejam.
Rindu memanglah indah. Namun, terasa kejam bagi beberapa orang. Harap terobati dengan temu, fakta justru membawa pada bayang semu. Tidak bisa diraih, tidak jua bisa digenggam. Hanya bisa diingat dan ditangisi. Irama senandung yang syahdu lagi pilu membahana tanpa suara, mengguncang sukma yang makin meraung. Teringin diri mendekap raga sang pemilik rindu, tetapi hanya mampu menyentuh fatamorgana.
Sikat na Kabanata