Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

Tanpa menunggu aba-aba, ia menelan sebutir pil berwarna ungu tua, lalu melemparkan botol itu ke arah Surya Yudha. “Minum itu, Den! Pil Mustika Empedu Katak. Rasanya emang kayak pipis kuda dicampur sama bau kecoa, tapi itu satu-satunya cara supaya paru-paru kita nggak bolong-bolong kena hawa merah ini,” gerutu Gendon sambil bergidik hebat, menahan rasa mual yang menyodok pangkal tenggorokannya.
928.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 588 kali sebagai tato pundak
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Baca Semua Ulasan
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

tanya Ibu RW, tapi Rahman malah menggeleng dengan kebingungan. "Dia kena guna-guna," cetus seseorang yang tidak lain Wak Toriq. Pria sepuh itu muncul dari arah belakang kerumunan diikuti Ambu, Abah dan Ayu. Seketika tubuh Sari menengang dengan wajah pias. Tatapan Wak Toriq jatuh pada Sari, membuat tubuh wanita itu bergetar hebat. ***
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Tawanan Hati Sang Penguasa

Tawanan Hati Sang Penguasa

gumamnya, matanya menatap pantulan gaun mahal itu dengan perasaan bercampur aduk. Lorenzo, yang berdiri tak jauh dari pintu, tetap memasang ekspresi kaku seperti biasanya. Pria itu selalu tampak seperti bayangan Victor—dingin, tenang, dan nyaris tidak menunjukkan emosi. Ia menatap Isabella sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Tuan Victor tidak ingin kau terlihat seperti tamu biasa. Malam ini, kau akan tampil sebagai seseorang yang penting."
584 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Rahim Tawanan

Rahim Tawanan

Jika tidak melihat tampang datar Kenan, mungkin Riko akan mengira jika tuannya itu sedang mabuk atau paling parah kerasukan. "Ck, biasa saja Rik," decak Kenan karena ikut kaget mendengar reaksi lebay sekertarisnya. "Kapan itu tuan?" Tanya Riko setelah kekagetannya usai. "Satu minggu lagi, jadi carikan WO yang bisa menghandle semuanya, berapapun tidak masalah asal acara itu berjalan lancar." "Kira-kira untuk berapa tamu undangan tuan?"
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Pelayan Sang Tuan

Pelayan Sang Tuan

“Atau ada banyak pikiran yang membebanimu? Kerutan di keningnya sepertinya bertambah lebih banyak.” Tangan Zhafran kontan bergerak menyentuh keningnya, yang membuat Luciano mendengus mengejek. Merasa tolol, ia pun menurunkan tangannya. Ya, mungkin memang ada banyak beban pikiran yang memenuhi kepalanya, membuatnya merasa lelah tetapi tak bisa berhenti menyerah. Luciano merogoh saku jasnya, mengeluarkan undangan berwarna biru gelap dengan tulisan dari tinta perak. “Ini. Undangan pertunangan keluarga Maharth.”
1023.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 769 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Premanku Canduku

Premanku Canduku

Firda segera menolehkan wajah mencari asal suara penyapa. Deg! Jantung Firda seketika terasa berhenti berdetak. Bola matanya sedikit terbelalak saat melihat sosok penyapa itu ternyata laki-laki yang paling dibenci dan ditakutinya. Lelaki itu berdii di bawah pohon rambutan dengan memakai celana jeans hitam yang robek di sana-sini serta kaos hitam tanpa lengan, diolah ingin memamerkan semua tato yang tergambar pada kedua lengan dan daadanya. Gaya berpakaian yang sudah menjadi ciri khasnya.
1011.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 369 kali sebagai tato pundak
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
athena_vivian
Yudis, secara psikologis udah berumur, pastinya emosinya kaya naik-turun gunung, ga terkendali, maunya diperhatiin dan di emong. sikapnya yang demikian bisa terjadi lantaran ada 'sesuatu' yang mengganjal di benaknya. Dikit2 ngambek, marah, apalagi pas tau kalo istri pertamanya kaya Madame Antoinette
Diajheng WD
yudiss udah tua.. miskin pula.. ga bersyukur dapet daun muda masih kinyis2.. masih juga si firda mau bertahan walo kekurangan.. mana kurang belaian jugaa... mudah2an aja si firda puber ke dua gituhhh.. biar ditinggalin tuh si yudisss........... daoet berondong yang gagah perkasaa..eaa...eaaaa.........
Baca Semua Ulasan
Sangkur Pora

Sangkur Pora

tanya Audi ke Mas Adry. "Mas pesen kepiting lada hitam sama jus alpukat, Dind." Lagi-lagi Mas Adry memanggil Audi demikian. Apakah nama panjangnya juga ada Dinda? "Kirain mas dah lupa makanan favoritku," ujarnya jemawa. Seakan hendak memamerkan bahwa Mas Adry berada di bawah kendalinya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Pendekar Tongkat Emas

Pendekar Tongkat Emas

Dia selalu membuat kerusakan dan keributan. "Aku tidak mengerti mengapa si tua gendeng itu selalu selamat dari maut." "Dia bukan orang sembarangan. Dia itu keturunan ki Aji Sakti." Mbok siem terkesima dengan cerita dari pendekar halimun. "Siapa ki Aji Sakti?" "Dia adalah leluhur dari perguruan putih di balik gunung Padalang. Dia berasal dari padepokan silat Gombong."
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Legenda Pukulan Halilintar

Legenda Pukulan Halilintar

Semua merasakan seperti ada ledakan energi yang melimpah dan menabrak siapapun yang mencoba menghalangi desau angin itu. ”Haa.. ha... ha...” suara tawa menggelegar, memecah kesunyian. Lelaki bertato, ketua sekte Singa Hitam, Drapuda namanya. Dia tertawa sangat keras dan seolah lelucon itu tak lucu sama sekali, apalagi seorang bocah tengah mendiktenya untuk menutup perguruannya? Yang benar saja! ”Ketua! Biar kami lumat saja dia!”
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 373 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status