Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Primadonaku

Primadonaku

Saat diperhatikan ada verban di bahu kirinya, dan saat digerakkan tulang bahunya serasa mau patah sakit sekali. Seseorang masuk Jodi sangat asing dengan lelaki berumur dua puluh tahunan itu. "Adik kecil jangan bergerak Tuan telah mengobatimu. Tulang bahumu patah dan dadamu luka dalam. Kamu dilarang bergerak karena sedang menjalani terapi patah tulang dan luka dalam dadamu juga dalam pengobatan .." ujar pemuda itu ramah. "Kakak siapa?" Jodi menurut ucapan pemuda itu, karena jika jika ia bergerak dada dan bahunya minta ampun sakitnya.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

Reina mempersilakan tante Citra masuk bersama teman lelakinya itu. “Ini lho yang Tante bicarakan kemarin, namanya Pak Sandi. Dia ini duda satu orang anak, sudah berpisah dengan istrinya dua tahun lalu. Ingat ‘kan yang waktu itu mau Tante kenalkan sebelum akhirnya kamu memberitahu Tante bahwa kamu akan menikah.” “Oh iya, Tante,” jawab Reina dengan senyum yang dia paksakan.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

tuturnya. "Oh, lalu apa?" "Aku Wu Shi, Pendekar Bertongkat!" ungkapnya bangga. "Tongkat? Oh, maksudmu tombak ya," pikirnya. "Bukan!" sangkal Wu Shi. "Tongkat! Senjataku adalah tongkat yang penuh rahasia!" imbuhnya bersuara tinggi. "Oh begitu ya. Entah kenapa aku kurang percaya."
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
CEO Tergila-gila Padaku

CEO Tergila-gila Padaku

tanya Max. Grace melirik kearah Max sambil menghela nafas. "Aku ingin sekali memakan udang, tapi aku tidak tahu yang mana menu udang." Jawab Grace dengan polosnya. Max tertawa kecil mendengar penuturan itu. Ia pun mengacungkan tangan untuk memanggil pelayan dan memesan makanan. Tak lama dari itu, pelayan datang dengan sopannya dan tersenyum ramah.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Mandul

Mandul

Plakk plakk plakk. Tamparan mendarat telak 3 kali di pipi Riri. Terasa perih akibat luka sobek dari tamparan tangan yang kekar itu. Tak cukup sampai disitu, lelaki itu mengambil sebuah lakban untuk menutup mulut Riri yang memberikan umpatan dan makian kepada lelaki gila itu. "Jangan nakal, Sayang! Aku tak pernah menyentuh wanita sembarangan. Biarkan aku menunjukkan betapa hebatnya aku dalam bercinta."
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 13 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Ketika seseorang di sana menjalani hidup dengan pilihannya, di tempat lain ada seseorang yang tengah berusaha menjalani hidupnya sebaik mungkin setelah tertatih bangkit dari raga penuh basuhan luka. Ya, Alsaki Mahendra—pria yang kembali berdiri tegar akan deraan kepedihan luka lalu terus berjalan meski terjatuh berkali-kali. Semua itu ia lakukan demi seorang bocah kecil yang kini menjadi nyawanya. Bahkan hati yang lima tahun tertutup rapat kini mulai berani terbuka meski hanya untuk mengintai seorang Andyra—wanita yang lancang membuka paksa sisi hati paling dalam.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

"Wong yen lagi gandrung Ra peduli mbledose gunung Wong yen lagi naksir Ra peduli yen perang nuklir Nadyan lagi bokek Direwangi nrethek-nrethek Jarene wes jodho Opo-opo duwek'e wong loro Wong yen lagi kepikat Ra peduli ndonya kiamat Wong yen lagi nyenengi Ra peduli lagi inflasi Nadyan ra duwe duwet Direwangi kredat kredit Jarene wes jodho Opo-opo duwek'e wong loro" Handa tampak salah tingkah, dia mengeluarkan pakaiannya yang sudah ditata di dalam tas ranselnya lalu memasukkannya lagi. Sedangkan Satria berdiri bersandar di samping pintu sambil menatap istrinya, menikmati tingkah konyol Handa.
1034.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 968 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Brubuh Krendobumi - Pendekar Kembara Semesta Seri 3

Brubuh Krendobumi - Pendekar Kembara Semesta Seri 3

Mereka tidak bersuara, hanya menyebar, membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Dan di tengah-tengah kehancuran itu, berdiri dua sosok. Ponggewiso, lebih besar, lebih berotot, dan wajahnya kini dicat dengan tato perang yang mengerikan. Matanya merah, dan di tangannya, ia memegang sepasang kapak kembar yang dilapisi karat dan darah baru. Ia tampak gila, menikmati kekacauan yang ia ciptakan.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Sang Pendekar

Sang Pendekar

tanya Tupaseng bernada tinggi. "Aku tidak akan mengatakannya," jawab pendekar tersebut. "Bukalah topengnya dan perlihatkan wajah pendekar itu kepadaku!" teriak Senopati Randu Aji. *** Note: Linuhung:Tinggi ilmu Wara-wara pengumuman/kabar Jumawa; sombong
9.9166.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai tato pundak
Tampilkan Ulasan (150)
Baca
+Pustaka
CahyaGumilar79
Terima kasih untuk semuanya yang sudah mampir di cerita ini. Buat Reader semua yang suka dengan karyaku, kalian bisa mampir juga ke cerita lainnya. Pandu Kesatria Genda Yaksa, Wanara, Sang Pendekar Season 2. Segala bentuk dukungan dari kalian sangat berarti buat aku sebagai penulis. Terima kasih...
Zhu Phi
Kalau berkenan mampir ya kak Cahya di Ksatria Naga Phoenix Ditunggu review-nya dan sarannya Terima Kasih Numpang promote juga ya Kisah ini bersetting kerajaan, persilatan, fantasi, serta misteri yang tidak terpecahkan
Baca Semua Ulasan
Tawanan Hati Sang Tuan Muda

Tawanan Hati Sang Tuan Muda

Wanita seumuran ibu Pia muncul. Pia ingat wanita itu. Pia pernah melihatnya di televisi. “Itu keluarga tuan muda. Kalau yang itu, namanya Tuan Degan. Itu Nyonya Suri. Dan yang muda itu…” “Istrinya?” “Bukan. Adiknya. Namanya Nona Diva,” bisik Rudi seraya menunjuk dan menjelaskan siapa-siapa saja orang yang bergabung duduk di meja makan itu satu-persatu.
761 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status