Duka Cita
Hanya dengan mendengar suara Pandu saja, tubuh Cita sontak bergetar hebat.
“Mami, tolong aku, Mi …” lirih Cita menggeleng berkali-kali di pelukan Tessa, sambil menutup erat kedua matanya. “Pergi! Mami … tolong …”
“Pasha!” Dengan menahan nyeri karena cengkraman Cita, Tessa memberi kode pada Pasha, untuk menyeret Pandu keluar kamar. Tessa menunjuk Pandu, lalu mengibaskan tangannya agar segera pergi.
Hot Chapters