Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

Dimas tampak mengenakan mantel hitam panjang yang sudah lusuh, namun sorot matanya tajam dan penuh dengan pengalaman. "Siapa kau, dan apa maksudmu dengan 'kalian butuh aku'?" tanya Arga dengan nada tegas, menahan pintu setengah terbuka. Dimas melangkah maju tanpa diundang, membuat Arga terpaksa mundur untuk memberi ruang. "Namaku Dimas," ucapnya sambil melirik ke arah Anandia yang tampak terkejut di sofa. "Aku pemburu paranormal. Sudah lama aku mengamati kutukan ini, dan aku tahu apa yang sedang kalian hadapi."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Naga

Pendekar Pedang Naga

teriak Ratih Kumala. Pangeran Kundalini datang bersama dua orang lelaki sepuh yang sepertinya merupakan tabib istana. Eyang Reksadanu belum kunjung muncul, padahal semua orang sedang menunggunya. Ramuan Matahari Merah dioleskan ke sekujur tubuh Asoka, terutama bagian kiri leher yang terdapat tato gagak dan tato iblis tanduk tiga. Tidak ada yang tahu rahasia tato Asoka kecuali Pangeran Kundalini dan Eyang Reksadanu.
9.6263.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.6K kali sebagai tato pundak
Tampilkan Ulasan (90)
Baca
+Pustaka
Rmdni
kak izin promosi yah. ayo baca ceritaku kisahnya seru karena menceritakan Fantasi lokal, yang bakal memuat cerita lokal terus dipadukan dengan hal fantasi. judulnya: Legenda: Nusantara jangan lupa voted ya kak ......
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y kk LEGENDA RAJA PENDEKAR Kisah perjalanan seorang pendekar muda bernama Jiu Long, hingga mencapai tingkat derajat tertinggi di dunia kependekaran saat itu. Menjadi orang nomor 1 di dunia persilatan dan mendapat julukan sebagai RAJA PENDEKAR. Jangan lupa mampir ya. Terima kasih...
Baca Semua Ulasan
Kalung Ajaib Pemuda Desa

Kalung Ajaib Pemuda Desa

Ada yang matanya bersinar aneh di bawah cahaya lampu restoran. Satu orang melangkah masuk. Tidak tinggi, tidak besar. Tapi auranya berbeda. Tato ular di sekujur tubuhnya seolah bergerak saat ia berjalan. Tatapan matanya kosong, seperti orang yang sudah terlalu sering melihat kematian. Patrick Tato. Ia menatap ke arah Wandra. Lalu menatap anak buahnya yang tergeletak di lantai. Ia tidak marah. Ia malah tersenyum tipis.
938.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 885 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Danuranda (Pendekar Nusantara)

Danuranda (Pendekar Nusantara)

Daratan Nusantara, Kota Sunda Palapa di wilayah padepokan Tirta Kencana. Padepokan Tirta Kencana adalah salah satu padepokan terbesar aliran putih di daratan pulau jawa. Padepokan Tirta Kencana di pimpin oleh ketua Ki Demang. Salah satu pendekar pilih tanding di pulau jawa. "Bopo, jika aku besar nanti. Aku ingin sekuat dirimu," ucap Danuranda yang berada di pangkuan Ki Demang.
9.95.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

Hanya dengan mendengar suara Pandu saja, tubuh Cita sontak bergetar hebat. “Mami, tolong aku, Mi …” lirih Cita menggeleng berkali-kali di pelukan Tessa, sambil menutup erat kedua matanya. “Pergi! Mami … tolong …” “Pasha!” Dengan menahan nyeri karena cengkraman Cita, Tessa memberi kode pada Pasha, untuk menyeret Pandu keluar kamar. Tessa menunjuk Pandu, lalu mengibaskan tangannya agar segera pergi.
9.839.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Candu Pelukan Tuan Muda Posesif

Candu Pelukan Tuan Muda Posesif

Tangannya langsung menarik pergelangan Elena kasar. Tapi sebelum Elena sempat bereaksi, pintu utama terbuka. “Tuan Harli!” Seorang pria paruh baya melangkah keluar dengan senyum lebar dan sikap penuh hormat. Tuan Hartono. Di belakangnya, beberapa kolega ikut menyusul, wajah-wajah yang jelas penguasa di berbagai sektor di lingkaran atas. Dalam sekejap, raut Harli berubah.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Palu Petir adalah harta karun yang sangat terkenal dari Sekte Petir. Di luar dugaan, Putra Suci Sepuluh Ribu Guntur akan menggunakannya sebagai taruhan.
1014.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
PUDAR

PUDAR

Pak Yuda mengeret Alan untuk ia perkenalkan. "Salam kenal, Alan. Saya Puni Astutik, owner dari Swana Ghama. Kedepannya panggil saya, Ibu Puni saja, ya. Senang bisa bertemu denganmu" Ibu Puni Astutik menyalami Alan dengan senyum mengembang. Alan hanya tersenyum tipis sembari menjabat tangan itu. Farel pun berinisiatif memperkenalkan diri berikutnya agar suasana tidak canggung. "Salam kenal juga Ibu Puni, kami sangat senang bisa bekerjasama dengan anda. Ah, perkenalkan saya Farel, saya manager Alan."
584 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
TUMBAL UNTUK MADUKU

TUMBAL UNTUK MADUKU

Tutur mama Elly Mama Elly lalu berjalan menuju sebuah Sekolahan milik Yayasan keluarga Alvarendra yang saat ini telah dikelolanya. Sekolahan cukup luas dan sangat besar itu, menjadi Sekolah Favorit bagi kalangan orang berduit dan anak yang berprestasi. Sekolah Yang sudah didirikan semenjak 25 tahun yang lalu mampu berdiri kokoh dan bersaing dengan sekolah swasta dan sekolah negri yang lain. Tentu tidak main-main untuk mendatangkan pengajar yang kompeten dan berprestasi dari lulusan yang terbaik Universitas di mana mereka dulu menimbah Ilmunya, tak terkecuali Ayana Ameca.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Gantari

Gantari

Ta-tapi tadi Gantari memang melihat belatung. "Sepertinya kamu masih lelah, Nduk. Lebih baik kamu istirahat saja. Biar Budhe antar ke kamarmu ya," ujarnya sembari mengamit tanganku.Dengan perlahan aku dan Budhe Lasmi beranjak menuju kamar. ”Nduk, makanlah ini." Suara parau itu membuatku menghentikan langkah kemudian menoleh ke sumber suara. Rupanya dia adalah Mbah Sumarti.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai tato pundak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status