Kekasihku Dosenku
] Balasnya dengan emot meledek.
[Bener ya, aku tungguin.]
[Iya, kasih tahu dulu alamatnya di mana.]
[Di hatimu.] Balasku sambil menahan tawa.
[Memang tahu hatiku ada di mana?]
[Di hati aku, kan!]
[Hahaha.]
Candaan seperti ini yang selalu membuatku merindukannya. Padahal ia hanya maya tetapi terasa nyata.
[Udah dulu ya, Kak. Aku mau tidur.]