Dulu Kau Ingin Bercerai, Kini Kau Menangis
Aku dan Kemal Harlan sudah menjalani proses persidangan perceraian selama setengah tahun penuh.
Dahulu, kami adalah pasangan suami istri muda yang membuat seluruh Kota Juna iri. Kini, kami justru menjadi pasangan suami istri yang dikenal luas karena saling membenci.
Setengah jam sebelum sidang ketiga dimulai, Kemal mengajakku bertemu.
Dia memijat pelipisnya, raut wajahnya tampak begitu lelah.
“Sudah waktunya kita akhiri sandiwara ini. Larissa sudah nggak bisa menunggu lagi.”
“Berapa pun uang yang kamu mau, akan kuberikan.”
Aku bahkan belum sempat membuka mulut. Ponselnya sudah berdering nyaring tanpa henti.
Kemal mengangkat telepon itu. Tanpa disadarinya, senyum lembut muncul di wajahnya.
“T