Sang Pengacara
Kakak perempuannya itu mengeluh sangat lelah, karena harus berdiri dan menyalami tamu undangan yang datang tanpa henti.
“Kayaknya masih lama ya, Mas,” tanya Fika sembari mengeluh. Fika melepas sepatu dengan hak setinggi lima senti yang dikenakannya, kemudian menendangnya pelan ke kolong kursi di belakang. Kakinya sangat penat, dan mulai nyeri karena terlalu lama berdiri. “Aku sudah ngantuk.”
Abi tidak bisa berbuat banyak, kendati di pagi dan siang hari tadi Fika sudah menghabiskan waktunya untuk tidur. “Mau ke kamar sekarang?”
Hot Chapters