Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

“Kepada pemilik HP, mohon datang segera, ditunggu dikuping kiri, se-ka-rang. Terimakasih.” Suara nada dering gawaiku kembali mengganggu istirahatku. Kenapa Mama menelpon lagi? apa tidak bisa bicara besok saja? Pasti Mama lupa menyampaikan inti pembicaraan saat menelpon tadi. Dasar Mama, sangat pelupa. Sekarang sifat pelupa Mama di wariskannya kepadaku. “Assalamualaikum Dek Maya,” Sebuah suara yang sangat ku kenal terdengar diujung telepon.
1012.5K viewsOngoingAdded to Library 362 Times as telepon mamaku
Read
+Library
Bukan Rahim Pengganti

Bukan Rahim Pengganti

kata Mama yang mulai jengkel. "Iya, nanti cari," jawabku menenangkan mama. "Selalu aja gitu." disela perbincanganku dan Mama, ponselku pun berbunyi. Kulihat dan ku baca, tak tercantum nama disana. "Siapa? Nomor nggak dikenal?" batinku, aku tak menjawabnya, hingga panggilan itu pun masuk berkali-kali. "Ma, aku tinggal ya, aku angkat telepon dulu?" pamitku, lalu kuangkat telepon itu di balkon karena aku khawatir telepon itu ada hubungannya dengan rumah sakit.
107.8K viewsOngoingAdded to Library 280 Times as telepon mamaku
Read
+Library
Cinta Sejati Seorang Miliarder

Cinta Sejati Seorang Miliarder

Kita baru saja hendak tinggalkan ruangan ketika HP-ku tiba-tiba berdering. Ternyata Mamaku yang telepon. Aku langsung angkat. “Halo, Ma,” sapaku sambil tempelkan HP ke telinga. “Carissa, sayang. Apa kabar?” Suara Mamaku terdengar dari seberang sana. “Aku baik-baik saja, Ma. Kenapa?” jawabku sopan. Meski masih ada jarak di antara kami, aku tetap hormati mereka. Gimanapun juga … mereka tetap orang tuaku.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as telepon mamaku
Read
+Library
Malam Pertama dengan Dosenku

Malam Pertama dengan Dosenku

Aku tersenyum sendiri sambil menahan sakit melihat tingkah wanita paruh baya itu. "Al, gimana? Kai masih belum bisa dihubungin, telepon Mama ga diangkat-angkat. Coba kamu telepon pake handphone-mu." Wanita itu masih sama gelisahnya meski kami sudah berada di rumah sakit. Aku bergeming, bukan tidak ingin menjawab, tetapi makin ke sini rasa sakitnya makin menjadi dan makin lama. Lagipula, percuma saja. Ponsel baru yang dibelikan Mama itu isinya nomor baru. Telepon dari mamanya saja tidak diangkat, apalagi dari nomor asing.
1060.1K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as telepon mamaku
Read
+Library
Dijatah Lima Juta

Dijatah Lima Juta

Tubuhku benar-benar lelah dan perlu asupan makanan yang menguatkan. Baru saja duduk di atas tempat tidur, ponselku berdering keras. Takut ada sesuatu yang penting, dengan terpaksa aku beranjak menuju meja dekat lemari mengambil ponsel yang masih tersimpan di tas kerja. 'Mama? Tumben malam-malam begini telpon," batinku, merasa heran. "Iya Ma, assalamualaikum," "Waalaikumsalam Dil, kamu di mana?" tanya mama menanyakan keberadaan ku.
1013.7K viewsOngoingAdded to Library 274 Times as telepon mamaku
Read
+Library
Hilangnya PIL KB Di Kantong Celanaku

Hilangnya PIL KB Di Kantong Celanaku

"Iya, Om. Ada apa? Soalnya nomornya baru sih, mana tahu kalau Om yang telepon." "Iya ini pakai nomor baru khusus untuk telepon Mams saja. Lama nggak ngobrol dan bertemu, sekalinya ngobrol panggil om lagi. Masak iya lupa dengan panggilan sayang kita." "Iya, iya. Maaf ya. Soalnya lagi kesal sih. Jadi ya begitu. Mohon dimaklumi ya Papi." "Nah gitu, dong. Gimana kalau sekarang kita bertemu. Masak iya Mami nggak kangen sama Papi."
1014.2K viewsOngoingAdded to Library 484 Times as telepon mamaku
Read
+Library
Dijodohkan dengan Ipar Posesifku

Dijodohkan dengan Ipar Posesifku

Tiba-tiba terdengar suara nyaring dari dalam tasku. “HP kamu bunyi, tuh!” kata Mama. Aku baru ingat, lupa mengabari Galang. Jangan-jangan, itu dia. Segera aku mengeluarkan ponsel dari dalam tas. Benar kan, Galang. Duh mau menerima telepon, tak enak ada Mama. Apalagi Galang sukanya ngajak berantem. Mau dibiarin, berisik. Kalo direject sudah pasti besok aku kena omel. Beberapa detik aku hanya mematung melihat nama yang tertera di ponsel.
10262.2K viewsCompletedAdded to Library 7.9K Times as telepon mamaku
Read
+Library
Gairah Cinta Kakakku

Gairah Cinta Kakakku

Mama membalas senyumku. Aku mulai menjelajahi ponsel baru itu. Namun, tiba-tiba aku teringat sesuatu. "Tapi... kalau hape ini baru, berarti nggak ada nomornya Love dong, Ma?" Aku merengut sedih sambil mengetuk-ngetuk layar ponsel. Aku membuka aplikasi kontak. Di sana sudah tersimpan nomor Papi, Mami, Mama, Papa, bahkan Melati. Tapi... kenapa tidak ada nomor Kakak? Perasaan sedih kembali menghampiriku.
1035.3K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as telepon mamaku
Read
+Library
(BUKAN) Duda Biasa

(BUKAN) Duda Biasa

Adam refleks membuka ponsel Alma yang terbalik. “Maaaas, jangan diangkat!” Alma dengan cepat berlari dan mengambil ponselnya. “Kamu kenapa? Emang itu telpon dari siapa?” Alma sibuk mengatur nafasnya, “Dari... mamah. Aku berantem sama mama, jadi aku belum mau ngobrol.” “Oyah? Dari mama?” Alma mengangguk. “Ya udah sini biar aku yang angkat.”
47.8K viewsCompletedAdded to Library 217 Times as telepon mamaku
Read
+Library
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

Toh, selama ini aku juga pakai yang murahan tidak apa-apa. Saat aku hendak menyedangkan dua lembar celana dengan warna navy dan biru langit, ponselku di dalam tas berbunyi. Aku cepat-cepat merogohnya dan menghentikan langkahku di depan kamar ganti. Ketika melihat nama yang tertera di layar, aku langsung merasa malas sekaligus enggan mengangkat. Mama. Mengapa dia meneleponku? Ada urusan apa?
9.875.8K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as telepon mamaku
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status