Ranjang Panas Tuan Saga
“Itu yang kamu bilang. Aku tidak menyetujuinya.”
Yeni semakin kesal.
Sepanjang perjalanan, ia mengabaikan Saga sama sekali.
Berendam di air panas ditambah kelelahan membuat waktu terasa melompat. Saat mereka kembali ke vila, jam sudah menunjukkan lewat tengah malam.
Yeni langsung naik ke lantai atas, masuk kamar, mengunci pintu, lalu menyelimuti dirinya rapat-rapat.
Tak lama kemudian, terdengar bunyi gagang pintu diputar. Disusul helaan napas pelan dari luar. Sesaat setelah itu, ia sudah terkurung dalam dekapan dada yang lebar.
Bab Populer