Dirty Office
Suaranya sudah kembali normal, namun ada nada serius yang tak bisa disembunyikan.
“Jam berapa sekarang, Keenan?!” Aruna melihat sinar matahari sudah cukup terang.
“Setengah enam, ayo bersiap.. Sebelum aku berubah pikiran..” bisik keenan dengan tatapan menggoda.
“Dasar mesum! Kamu itu gak ada habisnya! Minggir aku mau mandi dulu..”
“Baiklah, aku mandi ki kamar sebelah biar cepat ya..” kata Keenan, ia mencium dahi Aruna sebelum beranjak.