Gelang Langit
Tirta menggeram kecil, menepuk dadanya sendiri untuk mengusir rasa dingin yang menempel.
Ayu memperlambat langkah, matanya terarah pada sesuatu di depan.
“Lihat...”
Di ujung jalur, tepat di atas tebing yang terbuka, berdiri sebuah lengkungan batu raksasa. Bukan batu biasa: warnanya kelam, seperti arang yang membara di dalam. Permukaannya berdenyut halus, seakan hidup. Kabut mengalir melalui celah-celah lengkungan itu, membentuk tirai yang terus bergerak. Dari balik tirai terdengar suara samar, seperti bisikan nyanyian yang belum selesai.
Hot Chapters