Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENANTU SAMPAH : WARISAN KAISAR NAGA PRIMORDIAL

MENANTU SAMPAH : WARISAN KAISAR NAGA PRIMORDIAL

KRAAAK! Suara retakan tulang dada Huo Geng bergaung renyah di tengah keheningan spasial yang mencengkeram Teluk Kabut Sutra. Cakar kanan Long Chen yang diselimuti oleh riak emas transparan merangsek masuk menembus daging dan pelindung Qi, mencengkeram langsung Inti Emas (Gold Core) di dalam dantian sang penatua. Inti berwarna emas pekat yang merupakan akumulasi kultivasi ratusan tahun itu kini berada di bawah tekanan absolut jemari Long Chen, bergetar hebat bagai sebutir telur di ujung tanduk.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
Telanjur Cinta

Telanjur Cinta

UHUK UHUK Elma terbatuk-batuk. Aku sangka sih dia cuma pura-pura. "Hadehhh ... cuma jadi obat nyamuk deh gue," keluhnya sambil menepuk jidat. "Yodah aku balik saja, ya." Dirinya bangkit berdiri. Aku dan Kak Sabiru pun mengikuti. "Makasih banyak ya kalian udah mau dengerin curhatku. Dan makasih untuk makan malamnya." "Sama-sama." Aku dan Kak Sabiru menyahut bersama.
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
Terbelenggu Dendam

Terbelenggu Dendam

teriak Arya kesal, sambil memegangi hidungnya yang kini mengeluarkan darah segar akibat pukulan Niko. Rupanya tinju Niko tepat mengenai tulang hidung Arya sehingga seketika cairan merah kental itu mengalir dari kedua lubang hidungnya. "Dimana Nirel? Kembalikan dia pada kami!" geram Niko dengan tangannya yang mencengkeram kasar bagian kerah baju Arya. "Nirel? Apa maksud mu? Kenapa kau menanyakannya pada ku? aku bahkan baru saja sampai ke tempat ini!" Arya menyingkirkan tangan Niko dari hadpannya.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
Belenggu Hati

Belenggu Hati

Hingga turun ke rahang, leher, bahu dan terakhir ke tulang selangka Kara. Ender mengerang layaknya binatang buas. Ia menurunkan wajahnya ke sana dan meletakkan bibirnya di sana. "Entahlah. Aku bahkan tidak pernah mencicipi wanita yang baik." Kara melebarkan matanya. Mencicipi? Apa tidak ada kata yang lebih baik dari itu. Kara berusaha menguasai dirinya. Meski godaan pria ini sangatlah kuat padanya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

bisik pria tua itu Tangan pria itu menunjuk ke arah utara, ke sebuah bukit kecil yang menjulang seperti gundukan bumi yang dipenuhi batu. “Bukit Tengkorak dulunya adalah tempat pertapaan, tapi kini hanya dikenal sebagai sarang Bunggul Balung. Puncaknya... di sana mereka membangun benteng dari kayu dan batu. Tak ada yang berani mendekat lebih dari seratus tombak dari bukit itu.” Dewa Maut mengangguk. Dia meminum kopinya hingga tandas. Rasa pahit kopi itu kini terasa manis di lidahnya, karena dia telah menemukan tujuannya.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

seru Arnold menunjuk Puente de San Martín, jembatan batu tua yang membentang di atas sungai. Marsha terdiam sejenak, lalu menggenggam tangan Arnold. “Kita benar-benar seperti masuk ke dalam dunia dongeng.” Mereka mulai menyusuri jalanan kota tua yang sempit, menanjak dan berliku. Toko-toko kecil berjejer di sisi jalan, menjual kerajinan tangan, pedang khas Toledo, dan manisan lokal. Arnold dan Marsha sempat berhenti di sebuah toko keramik. Marsha memilih satu mangkuk kecil bermotif kuno sebagai kenang-kenangan.
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

Tante Kurnia mengeluarkan dua buah semangkanya dari balik dress-nya. Mata Gilang terbelalak melihat gundukan besar dengan bagian pucuk yang sudah melebar kecoklatan. Dari bentuknya Gilang dapat menebak kalau Tante Kurnia pasti sudah [unya anak, dan mungkin anaknya juga sudah seusia Gilang. Namun, ada sedikit yang membuat Gilang sedikit bersemangat mencumbu dada wanita bertubuh gempal itu. Di dada sebelah kanan Tante Kurnia terdapat tattoo mini lambang dollar yang menggemaskan.
1047.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 986 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

tanya Ibu RW, tapi Rahman malah menggeleng dengan kebingungan. "Dia kena guna-guna," cetus seseorang yang tidak lain Wak Toriq. Pria sepuh itu muncul dari arah belakang kerumunan diikuti Ambu, Abah dan Ayu. Seketika tubuh Sari menengang dengan wajah pias. Tatapan Wak Toriq jatuh pada Sari, membuat tubuh wanita itu bergetar hebat. ***
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
Pelukan Panas Tukang Kebun

Pelukan Panas Tukang Kebun

"Hush ... tenang ... tenang ...." Namun Apollo sama sekali tidak merespons. Bulu-bulu di tengkuknya berdiri tegak. Lubang hidungnya mengembang lebar, mengembuskan napas kasar, sementara kedua matanya menatap lurus ke arah semak-semak gelap di sisi kanan jalur setapak. Arul ikut menoleh. Ekspresinya langsung berubah tegang. HIIHIIIIIIK!
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
Pakde sang Penakluk

Pakde sang Penakluk

style="letter-spacing: 0.1px;" style="letter-spacing: 0.1px;">"Tapi...." Gendis makin tersipu malu, suaranya mengecil. "Bagian tengah susuku biasanya memang suka nyeri kalau sedang datang bulan, Pakde. Kadang bengkak kemerahan terus terasa kencang." style="letter-spacing: 0.1px;">
1012.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status