Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Putri Buangan Jadi Kesayangan

Putri Buangan Jadi Kesayangan

Tengkuk Tesa meremang. Duke berdiri di dekat bak, mungkin bertumpu pada satu tangan agar tidak memberi tekanan pada lukanya. Air disiram perlahan dari kendi. Bahunya yang lebar pasti menegang setiap kali air menyentuh bekas goresan. Tesa memejamkan mata. Ia tidak seharusnya membayangkan itu. Tapi pikirannya justru berkelana! Di dalam terdengar suara logam kecil yang mendadak terjatuh.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma

Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma

Aluna Pov Aku mulai mengerjapkan mataku ketika merasakan hawa panas mengenai tengkuk. Meski masih terasa berat tapi aku tetap memaksakan mataku untuk terbuka. Dan ternyata ada Tama yang wajahnya sudah mendarat nyaman di ceruk leherku. Nafas hangatnya menggelitik leherku. Kugerakkan pelan tubuhku untuk menghindar dari sapuan nafasnya, sayang aku malah membuat Tama terbangun.
1031.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Bau tanah basah bercampur akar liar memenuhi udara. Wu Teng terbaring, terengah-engah. Setiap denyut jantungnya seperti pukulan gong. Tangannya secara refleks menyentuh dada —mencari sesuatu. Fragmen giok hitam itu masih ada di dalam lipatan pakaiannya. ***
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Telunjuknya mengarah ke arah gunung meratus. Tanpa pamit, Mas Adry mengendarai motornya entah kemana. Bersambung
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
Kelana

Kelana

Hampa yang seolah tak akan pernah sampai di muara. Lana merasakan nyeri dan penuh yang tiba-tiba mendesak ulu hatinya, hingga membuat napasnya terasa sesak. Lana merasa ingin muntah. Ia berusaha mengangkat lengan Arga yang melingkari pinggangnya, kemudian terburu-buru berlari melompati jendela besar yang dibiarkan terbuka, menuju ke kamar mandi.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
SENYAWA

SENYAWA

tanya Varo yang sebenarnya tak perlu jawaban. “Ini, Umma yang tanam pepohonan, yang buat taman kecil dan kolam ikan, Abah.” Meera tersenyum menatap Varo yang tak berkedip melihat sekeliling rumah Meera yang sangat rindang, meski dalam keadaan malam hari. “Ngedip, Var,” Meera terkekeh melihat tingkah atasannya yang kini sangat berbeda dengan saat di kantor. “Aku ... kagum aja,” ucap Varo lirih.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

tanya Misa khawatir sembari mendekati Aurel. “Perut aku... sepertinya aku akan beol,” ujar Aurel. Misa memukul dahinya sendiri, tersenyum kecut. “Please, jangan sekarang, Rel! Kita tidak tahu di mana toiletnya.” Aurel memegangi perutnya, sudah tidak tahan. Preeeetttt... Kentut Aurel keluar begitu saja, baunya tidak ada obat. “Aku benar-benar sudah tidak tahan, Mis!” kata Aurel memelas, ia duduk jongkok di atas lantai sembari memegangi perutnya.
8.99.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
Pemuda yang tidak terduga

Pemuda yang tidak terduga

Memegang tungku itu untuk membuat seolah olah yang melakukan adalah tungku ini, jadi Hendrik mengirimkan sebagian rasa sakit yang juga dirasakan Margareta ke tungku ini, Sehingga Hendrik tidak merasakan sakit yang luar biasa ini sendiri tapi sebagiannya telah dikirim ke tungku ini dan akan dirasakan juga oleh seseorang atau makhluk tertentu yang mengajarkan ilmu ini. Setelah merasakan berkurangnya rasa sakit itu, Hendrik melepaskan telapak tangannya dari tungku itu yang jika diperhatikan ternyata dinding tungku ini ada ornamen yang menonjol menggambarkan muka setan yang bertaring dan juga gambar samar samar kepala naga yang bengis, Melihat semua itu Hendrik hanya bisa tersenyum sinis dan mem
9.7104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
GARA GARA G-STRING

GARA GARA G-STRING

"Tahu dong. Warnanya coklat, ada tutulnya kayak macan tutul. Iya 'kan Jeng Ana?" _oOo_
1030.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
TULANG RUSUK YANG REMUK

TULANG RUSUK YANG REMUK

tandasnya. Pelanggan pertamanya adalah seorang supir angkot paruh baya dengan wajah lelah. Pria itu mendekat, tertarik oleh aroma manis mentega yang baru dipanggang, yang menembus bau asap rokok dan knalpot. "Apaan nih, Neng? Wangi benar," tanya supir itu, menggaruk kepalanya.
10512 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai tengkuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status