Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Senandika

Senandika

“Mungkin karena perasaan lo campur aduk, jadinya nggak kerasa.” Shera menyeruput susunya, menikmati rasa asin campur plain tersebut mengecap indra perasanya. “Lo udah tau mau lanjut kemana?” “Kalau kampus belum, kota udah.” “Yogya, ya?” Jevan melebarkan matanya, melihat Shera takjub. “Lo tau dari Hayden?” “Nggak, gue nebak aja, sih. Soalnya Yogya yang paling sering jadi wishlist anak laki-laki.”
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai terhenyak
Baca
+Pustaka
GADIS TERNODA

GADIS TERNODA

YATI CAHAYA HATIhandle pekerjaanberkerja
“Berhanti!” Aku menyuruh sopir untuk menghentikan mobil. Lalu keluar dan berjalan beberapa meter mencari udara segar untuk mengurangi sesak dalam dada. Paru-paru terasa menyempit hingga tak mampu menampung oksigen. Ingin menjerit tapi suara terasa seperti tertahan. “Aku jahat! Aku bejat!” hanya itulah yang pantas disematkan untukku.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai terhenyak
Baca
+Pustaka
Yang Terpilih

Yang Terpilih

tanya penjual tahu itu pada Nyanya sambil menatapku. “Tang pona’an, ana’na kaka’e Madura[3],” jawab Enning. Penjual tahu itu meletakkan tahu yang dipegangnya, lalu bertolak pinggang sambil melihatku. Mulutnya mengeluarkan suara decakan. “Me’ raddin[4]? Beda sama kamu yang hancurrrr!”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai terhenyak
Baca
+Pustaka
Thousand Years

Thousand Years

Yang penting dia terlihat cantik,” seringai Vinia, ia kembali memandangi teratai itu. ”Teratai melambangkan kelahiran kembali. Kau tahu, teratai memiliki keinginan hidup yang kuat. Satu biji teratai mampu bertahan hingga ribuan tahun. Sekali pun kau lempar ke dalam lumpur ia akan tumbuh.” Balas Heris. Vinia terdiam sejenak berusaha memahami ucapan Dewa Heris. Keningnya mengkerut ketika mencernanya dalam otak.
104.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai terhenyak
Baca
+Pustaka
VERDINDA

VERDINDA

teriak Vanya menggedor pintu cokelat itu lagi. Verdi beralih membaringkan tubuh, memejamkan mata, dan tersenyum kecil. "Stress gue hari ini!" **
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai terhenyak
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Tenggorokan mendadak kering, padahal tadi dia sudah membasahi dengan jus jeruk. "Saya rekan kerja Vitaloka, Tante." Rajaswala menarik tangan Diana, mencium tangan tersebut dengan takzim. Senyum ramah terbingkai begitu manis di bibir laki-laki itu. Diana mengulas senyum penuh arti. Tangannya mengusap bahu kekar milik Rajaswala. "Kamu tampan. Vi, sudah saatnya kamu melupakan Sebastian." Diana menatap Vitaloka penuh arti, lalu kembali menatap Rajaswala.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai terhenyak
Baca
+Pustaka
Anneth

Anneth

Harley terus melaju diantara kesunyian malam menuju penginapan Anneth. Usai membersihkan tubuh di air pancuran, Anneth menyantap nasi dengan lauk dan sayur yang telah dibelinya tadi. Ia sudah menghangatkan sup kacang merah sebelum menghabiskan dengan lahap makanan yang tersedia seperti orang kelaparan. Anneth melanjutkan membereskan barang - barang yang tersisa dan menumpuk kardus - kardus yang masih berserakan kemudian menghabiskan malamnya dengan tidur nyenyak. Tidakkkk… Tolonggg.... Jangannnnn… Bedebahhh… Sialannnn kaliannn… Terkutuklah kalian semuaaa....
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai terhenyak
Baca
+Pustaka
Yang Ternoda

Yang Ternoda

Hera lembut. “Baik, Dok.” Dengan tangan gemetar Gilang menerima sesosok mahluk mungil dari dekapan dr. Hera. Dengan suara gemetar dan deraian air mata haru Gilang pun melantunkan Adzan dengan khidmat di dekat telinga bayinya. “Selamat datang, Nak. Terima kasih sudah hadir dalam hidup Papa,” bisiknya lirih, seolah-olah bayi merah dengan kulit keriput itu sudah bisa mengerti ucapannya.
1060.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai terhenyak
Baca
+Pustaka
Dilema

Dilema

Thania~ ***
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai terhenyak
Baca
+Pustaka
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

Karan segera memarkirkan mobilnya di halaman rumah, lalu keluar menyalami Henny sebentar. Karan mengeluarkan semua barang milik Reina dari bagasi mobil dibantu oleh pemilik mobilnya. Henny sangat terkejut, tetapi tidak sanggup bertanya sebelum mereka sendiri yang menjelaskan segalanya. Meskipun sebelumnya Reina sudah mengabarkan bahwa dirinya dengan Karan akan pulang.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai terhenyak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status