Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kembali ke Hari Penyerangan Kaisar, Aku Mengubah Takdir

Kembali ke Hari Penyerangan Kaisar, Aku Mengubah Takdir

Ketika ada pembunuh bayaran yang mengincar Kaisar, suamiku yang merupakan Komandan Pengawal Kekaisaran sedang berusaha menenangkan cinta pertamanya yang telah pergi karena merajuk. Aku tidak menyalakan suar isyarat yang kupegang. Sebaliknya, dalam keadaan hamil besar, aku berdiri di depan Kaisar dan menggunakan tubuhku sebagai perisai agar dia terbebas dari bahaya. Ini karena di kehidupan lampau, setelah aku menyalakan suar isyarat, suamiku meninggalkan cinta pertamanya untuk datang menyelamatkan Kaisar. Suamiku dianugerahi gelar Adipati Pelindung Kaisar atas jasanya dalam menyelamatkan Kaisar, tetapi cinta pertamanya jatuh ke dalam perangkap dan langsung meninggal di tempat. Suamiku tidak mengatakan apa pun. Namun, pada hari aku melahirkan, dia melemparku ke sarang binatang buas. Dengan wajah penuh kesedihan, aku bertanya apa alasannya berbuat seperti itu. Dia hanya melirikku dengan dingin dan menjawab, "Kaisar punya banyak pengawal, kenapa harus aku yang datang? Kamu pasti hanya peduli pada kekuasaan dan kekayaan, makanya kamu baru sengaja membuatku pergi menyelamatkannya! Kalau kamu tidak menyalakan suar isyarat, Ratna tidak akan mati! Aku mau kamu rasakan penderitaan yang berkali-kali lipat lebih parah dari yang dialami Ratna!" Pada akhirnya, aku menjadi santapan binatang buas. Bahkan anak dalam kandunganku pun dilahap habis. Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari Kaisar diincar pembunuh bayaran.
789 viewsCompleted
Read
Add to library
Dipermainkan 100 Kali, Kini Giliranku

Dipermainkan 100 Kali, Kini Giliranku

Pada hari aku menikah, teman masa kecilku datang untuk merebutku. Dia membawa sekelompok besar teman-temannya dan menendang pintu aula pernikahanku hingga terbuka. Teman masa kecilku itu mengaku ingin menikah denganku dan mengajakku kabur dari pesta pernikahan. Hanya saja tidak lama setelah kami keluar, dia melepaskan tanganku dan berbicara sambil tersenyum santai, "Semuanya, aku menang taruhan lagi. Ini yang ke-100 kalinya. Yang kalah, bayar sesuai janji awal ya." Kemudian, teman masa kecilku itu menoleh ke arahku. "Aku cuma bercanda doang. Kamu nggak benar-benar menganggapnya serius, 'kan? Kamu bisa masuk lagi dan melanjutkan pesta pernikahanmu." Mereka semua mentertawakanku yang sudah mengejar dan merendahkan diri demi Elbron Cahyadi selama sepuluh tahun. Bahkan, selama ini aku rela melakukan apa saja demi dia. Akan tetapi mereka, termasuk Elbron, tidak tahu bahwa adegan pengantin direbut itu hanyalah salah satu bagian dari acara pesta pernikahanku.
Short Story · Romansa
3.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Tak Ada Maaf Bagi Pengkhianat

Tak Ada Maaf Bagi Pengkhianat

Kakak London meninggal. Ibunya mengusulkan agar dia memikul dua tanggung jawab keluarga sekaligus, dengan menikahi istri kakaknya yang sedang hamil, Sharon. Namun, permintaan itu ditolak mentah-mentah. "Lillian adalah nyawaku. Aku rela nggak mewarisi posisi ketua mafia. Aku nggak akan pernah mengkhianati istriku!" Aku sangat terharu oleh kesetiaan London. Namun tanpa sengaja, aku mendengar percakapan antara London dan ibunya. "Anak dalam kandungan Sharon jelas-jelas anakmu. Kenapa kamu nggak mau menikahinya?" London mengembuskan asap rokok. Tatapannya jauh ke depan. "Aku sudah berjanji pada Sharon untuk meninggalkan keturunan bagi kakakku. Tapi urusan ini hanya di antara kami. Kalau Lillian sampai tahu, aku pasti tamat!" Ibu London berkata dengan tidak senang, "Kenapa memangnya kalau dia tahu? Dia sendiri nggak bisa melahirkan, masa kita harus membiarkan Keluarga Tahir nggak punya keturunan?" Dengan nada tajam, London menyela, "Kalau Lillian tahu, dia pasti akan meninggalkanku. Aku nggak bisa hidup tanpa dia! Kalau Ibu masih ingin gendong cucu, tutup mulut Ibu!" Aku pergi dengan tubuh gemetar. Darah di sekujur tubuhku perlahan menjadi dingin. London sangat mengenalku. Dalam cinta, aku tak bisa menoleransi sedikit pun kesalahan. Jadi setelah dia mengkhianatiku, aku memutuskan untuk pergi.
Short Story · Mafia
5.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Shalaff The Magic Of Prayer

Shalaff The Magic Of Prayer

Putri Affrilia
" Bah, serius Abah mau mindahin aku di pondok ini? " Tanya Abbas sambil mencoba berjalan sejajar dengan abahnya . "Ya gimana lagi. " Jawab abahnya dengan singkat. "Di pondok ini ikhwan akhwat jadi satu loh. " Balas Abbas. "Kamu di sini mondok niatnya buat cari ilmu, bukan cari akhwat, kalau niat awal kamu mau cari ilmu, InsyaAllah gapapa walaupun ada akhwat. " Jelas abahnya dengan lembut. *** "Ih Putri, jangan jadi berondong kau ni. " Ucap Aini membuyarkan lamunanku. "Dih, siapa juga yang jadi berondong, kau nanti kaget kalau tahu dia, " balasku. "Hmm iya-in aja deh biar kau seneng. " Balasnya sambil tertawa. *** Mungkin nantinya tak akan ada yang tahu, bahwa ada seseorang yang selalu melangitkan do'a sendirian, berjuang dengan teguh nya, tanpa adanya sebuah dukungan, ia selalu yakin akan takdir Allah yang indah, Allah tak mungkin membiarkan do'a dan keteguhan dari hamba-Nya itu kembali dengan sia-sia. Meski selalu ada rintangan yang tak segan-segan menghampiri, bahkan terkadang rintangan itu memberi rasa luka di hati. Akankah ia mampu bertahan di atas derasnya rintangan itu? Ataukah perjuangannya akan berhenti sebelum Allah buka pintu do'anya? . Ingat, hal menyakitkan dalam hubungan percintaan adalah;"kita telah kehilangan sesuatu itu sebelum sempat memilikinya. "
Romansa
102.5K viewsOngoing
Read
Add to library
Setelah Hilang Ingatan, Teman Masa Kecilku Menggila

Setelah Hilang Ingatan, Teman Masa Kecilku Menggila

Tiga bersaudara Keluarga Satria, yang selama ini menganggap aku berharga di hidup mereka, justru tidak ada di sampingku saat aku tersiksa oleh tumor otak ganas. Dokter mengatakan prosedur operasi bisa menyebabkan hilang ingatan. Aku yang tidak ingin melupakan mereka, langsung menelepon dan memohon bantuan. Namun yang kudapat justru makian tanpa ampun. “Diana, hari ini ulang tahun Santi. Bisakah kamu berhenti membuat masalah?” Aku menahan sakit hingga pingsan. Saat sadar di rumah sakit, aku melihat pesan dari Santi di ponselku. [Diana, para kakak memberiku tiga jimat keselamatan untuk melindungiku.] Di foto itu, jelas terlihat jimat-jimat yang dulu kudapatkan dengan cara bersujud selangkah demi selangkah, berlutut di tengah hujan selama tujuh jam. Semua itu kulakukan demi keselamatan tiga bersaudara tersebut. Saat itu juga aku benar-benar menyerah. Aku pergi seorang diri ke luar negeri untuk menjalani operasi dan memilih melupakan mereka. Hingga suatu hari, aku melihat tiga pria asing berlutut di depan rumahku, memohon maaf dengan gila-gilaan.
Short Story · Romansa
1.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Takdir Usai Cinta Hilang

Takdir Usai Cinta Hilang

Aku dan teman masa kecil suamiku hamil di waktu yang sama. Demi menjaga nama baik Sheila... Mereka bilang anak dalam kandungannya adalah darah daging suamiku. Sedangkan anakku... Dituduh sebagai anak haram akibat aku bersenang-senang di luar. Saat aku hancur dan menuntutnya, dia hanya berkata pelan, "Sheila dari kecil hidup di bawah aturan keluarga yang ketat." "Dia nggak kuat kalau jadi bahan gosip." Hari itu, aku menatap pria yang sudah kucintai selama tujuh tahun. Aku memutuskan untuk tidak mencintainya lagi.
Short Story · Romansa
4.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Dokter berkata, aku hanya sisa tiga hari. Gagal hati akut. Satu-satunya harapan adalah uji klinis yang sangat berisiko, peluang terakhir dan paling tipis bagiku untuk bertahan hidup. Namun, suamiku, David, malah memberikan kuota yang tersisa kepada adik perempuan angkatku, Emma, yang juga merupakan ibu baptis putriku. Kondisi penyakitnya masih dalam tahap awal. Dia bilang itu adalah “pilihan yang tepat” karena dia “lebih pantas untuk hidup.” Aku pun menandatangani dokumen untuk menghentikan pengobatan dan meminum obat pereda nyeri berdosis tinggi yang diresepkan oleh dokter. Ganjarannya adalah organ dalamku akan gagal berfungsi dan aku akan kehilangan nyawa. Ketika aku menyerahkan perusahaan perhiasan dan rancangan desain yang telah aku kerjakan dengan susah payah kepada Emma, ayah dan ibu memujiku karena menjadi “kakak perempuan yang baik”. Ketika aku setuju untuk bercerai dan membiarkan David menikahi Emma, David mengatakan “akhirnya aku bersikap perhatian”. Ketika aku membiarkan anakku untuk memanggil Emma dengan sebutan ibu, anakku bertepuk tangan dengan gembira dan berkata, “Emma adalah ibu yang lembut dan baik.” Ketika aku memberikan semua hartaku kepada Emma, seluruh keluargaku menganggapnya wajar dan tidak melihat sesuatu yang aneh pada diriku. Aku sangat penasaran, apakah mereka masih bisa tertawa setelah mendengar berita kematianku?
Short Story · Realistis
10.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku

Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku

Saat aku disiksa dan dibunuh dengan kejam oleh seorang penjahat, ayahku yang merupakan seorang kapten tim investigasi kriminal dan ibuku yang merupakan seorang ahli forensik, sedang menemani adikku yang berkompetisi dalam sebuah perlombaan. Penjahat yang pernah ditangkap oleh ayahku melakukan pembalasan dendam. Setelah memotong lidahku, dia menggunakan ponselku untuk menelepon Ayah. Namun, Ayah hanya mengucapkan satu kalimat sebelum menutup telepon, "Aku nggak peduli apa yang sedang kamu lakukan, pokoknya perlombaan adikmu paling penting hari ini!" Penjahat itu tertawa sinis. "Sepertinya aku salah orang. Kukira mereka lebih cinta sama putri kandungnya!" Saat Ayah dan Ibu tiba di TKP, mereka terkejut melihat kondisi mayat yang mengenaskan dan mengutuk kekejaman sang pelaku. Namun, mereka tidak menyadari bahwa korban yang begitu mengenaskan itu adalah putri kandung mereka sendiri.
Short Story · Realistis
9.1104.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Hadiah Ulang Tahun untuk Wanita Lain

Hadiah Ulang Tahun untuk Wanita Lain

Hari itu adalah hari ulang tahunku. Kupikir, Andre akan menemaniku ke pantai untuk menonton kembang api. Tapi, pacarku itu malah membawa wanita lain dan anak wanita itu. "Keisya repot bawa anak, tolong pengertian." "Dia nggak tahu jalan dan bawa barang banyak, jadi aku mau antar mereka ke hotel duluan." Dia mengatakannya dengan enteng, seolah sedang menjelaskan masalah sepele. Kelembutan itulah yang membuat kemarahanku tampak berlebihan dan tanpa alasan. Dia membantu mereka masuk ke dalam mobil dan memasangkan sabuk pengaman untuk anak itu. Lalu dia tersenyum dan berkata kepadaku, "Aku nggak lama pasti balik lagi, jangan mikir macam-macam." Aku berdiri di pinggir jalan, menyaksikan mereka pergi seakan-akan mereka satu keluarga sempurna. Malam tiba. Angin laut terasa sangat dingin hingga menusuk tulang. Aku masih menunggu, sampai aku melihat video di akun Keisya. Andre menggendong anak Keisya sambil menonton pertunjukan kembang api di pantai. Pertunjukan itu adalah kejutan yang aku rencanakan sendiri untuk ulang tahunku. Isi komentar di bawahnya senada. [Mereka pasangan yang serasi, keluarga kecil yang bahagia.] Seseorang bertanya padanya kenapa dia tidak menjemputku. Dia tersenyum dan berkata, "Viona pengertian. Dia nggak mungkin marah." Pada saat itu, kue ulang tahunku sudah meleleh seluruhnya. Ternyata, dia bukannya tidak punya hati. Dia hanya terlalu yakin bahwa aku akan terus menunggu selamanya. Tapi, hati yang terlalu lama diabaikan pasti akan menjadi dingin. Ombak menghantam pantai. Menghancurkan ilusi terakhirku. Kali ini, aku tidak akan menunggunya kembali.
Short Story · Romansa
3.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Suamiku selalu memandang rendah diriku hanya karena aku seorang wanita petani. Bahkan, dia tidak sayang pada anak kami. Setelah usia anak kami genap 100 hari, dia baru memeluknya untuk pertama kalinya. Lalu, kekasih pertamanya kembali ke Kota Jenang. Pria yang selama ini bersikap dingin itu pun, untuk pertama kalinya tersenyum di meja makan dan bahkan menyuapi anakku. Semalaman, anakku tampak sangat bahagia. Sebelum tidur, dia bertanya dengan suara lembut. "Ibu, apakah paman sedikit menyukaiku?" Aku memeluknya erat-erat. Mataku berkaca-kaca dan aku menggeleng pelan, berkata. "Bukan, tetapi kekasih paman telah kembali. Jadi kita harus pergi."
Short Story · Romansa
5.2K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
4142434445
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status