Balada Asmara Biduan Dangdut
“Nah, gitu dong! Itu namanya baru kekasihku yang aku cinta. Hehehee.”
Wadaw, sejujurnya aku senang meliatnya ceria begitu. Barangkali karena kami memang sudah lama bersama, berjuang sejak dari desa hingga sampai ke Ibu Kota. Dimana ada aku, selalu ada dia. Dan dimana ada dia, selalu juga ada aku.
Perasaanku padanya mungkin bukan lagi hanya sekadar cinta. Tapi lebih dari itu, dan aku tidak tahu bangaimana menyebutkannya. Yang jelas, aku menikmati saat kami sedang bercinta.