TERIMA KASIH TELAH MENCINTAIKU
“Eh, tahu dari mana aku suka sholawatan?"
"Mmm, Mas Isal."
"Oh ...."
Padahal aku kepoin akun f******k-nya. Nyomot fotonya pula. Eh!
"Yaudah, Za, aku pamit dulu. Jangan lupa dimakan."
Aku pun mengangguk. "Eh, Mas!"
"Iya?"
"Matur nuwun."
Fikri kembali mengulas senyum. "Njih, sami-sami, mugi remen supados kula ugi bingah." (Iya, sama-sama, semoga suka agar saya juga bahagia.)
Hot Chapters