Aku masih inget betul bagaimana perasaan campur aduk waktu baca bagian akhir 'Rise of the Demon King'. Di bab-bab terakhir, protagonis yang awalnya cuma petani biasa akhirnya harus hadapi pilihan brutal: bunuh Raja Iblis yang ternyata adalah kakaknya sendiri yang diculik waktu kecil, atau biarkan dunia hancur. Adegan pertarungan epiknya digambarin detail banget – pedang bersilangan, sihir gelap vs terang, sampai dialog pilu antara mereka berdua.
Tapi yang bikin ngena justru ending twist-nya. Setelah sang kakak tewas, si protagonis malah dihinggapi kekuatan iblis dan perlahan berubah jadi penggantinya. Adegan terakhir nunjukin dia duduk di singgasana dengan mata bersinar merah, sementara rakyat menyembahnya sebagai Raja Iblis baru. Ironis banget, kan? Dari ingin menyelamatkan dunia, malah jadi apa yang ingin dia hancurkan. Novel ini bikin aku merenung lama tentang nasib dan lingkaran kekerasan.