Bos, Jangan Sebar Rahasiaku
Moana melempar pandangan protes, namun napasnya mulai tertahan saat merasakan tanda-tanda ketegangan baru dari tubuh lelaki di hadapannya.
"Semalam, aku melakukan persis seperti apa yang kamu tulis di bab awal novelmu," bisik Rey, bibirnya kini menempel di daun telinga Moana, memberikan gigitan-gigitan kecil yang membuat Moana merinding. "Tapi seingatku, di bab selanjutnya, sang pria meminta jatah paginya sebagai bentuk... penyambutan hari baru."
"Rey, kamu gila! Itu hanya fiksi!" seru Moana panik, walau jantungnya sudah berdegup kencang berirama liar.
Hot Chapters