Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
When We Lost

When We Lost

Otomatis Almi dan Reta berdiri berseberangan. Permainan dimulai dengan menuliskan kesan terdahap orang di depan mereka, lalu berjalan memutar meminta setiap orang untuk menuliskan kesan pada sticky notes dan ditempel dipunggung ataupun diseluruh tubuh jika sudah tidak ada tempat kosong dipunggung mereka. Almi ingin sekali menghindari Kala, tetapi lelaki itu malah menghampirinya dan menyuruhnya berputar membelakangi. Almi menurut tanpa bicara. Setelah Kala menulis dipunggungnya, giliran Almi menempelkan sticky notes yang telah dituliskan kesan terhadap Kala : Sok ganteng, songong!
103.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 70 Beses bilang the lost battalion
Read
+Library
Batal Akad

Batal Akad

tunjuk Farah pada selokan besar buatan dengan air mengalir yang berada di tengah kampus. "Apa?! Kamu gila ya, itu milikku, kenapa dihanyutkan? Aarrggh...sial!" Ali berlari seperti orang kesetanan menuju selokan besar yang berair jernih. Matanya tidak menemukan apapun di sana, mungkin sudah hanyut dibawa air yang mengalir. Air mata Ali tumpah dengan sendirinya, hatinya sakit, serasa sebagian dari hidupnya ikut menghilang.
9.921.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 460 Beses bilang the lost battalion
Read
+Library
Lost In Yorkshire

Lost In Yorkshire

Suara hiruk pikuk terdengar dari segala penjuru. Marshella menuruni tangga dan berjalan kea rah sebuah papan pengumuman di pinggir jalan, dekat keramaian. Papan pengumuman itu mengingatkannya pada majalah dinding saat sekolah dulu. Seraya membaca baris huruf yang tertulis di perkamen berwarna kecokelatan. “Wangsa York telah dikalahkan Wangsa Lancaster.” Begitulah bunyi kalimat itu.
105.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 116 Beses bilang the lost battalion
Read
+Library
RATU YANG HILANG

RATU YANG HILANG

Raudah meneguhkan hati Alifia. "Kuingatkan pada kalian, Sadam tak kan melepaskan kalian meski seujung kuku!" Raudah dan Alifia berlari sekuat tenaga menembus pekatnya malam di rimba belantara. Mereka sudah tak peduli lagi pada sisa lelah yang masih menggayut di kantung mata serta tajamnya onak duri yang dilindas kaki-kaki perempuan tanpa alas itu. Bekal makan malam cecapan daun mangkuk rupanya cukup memberi tenaga baru untuk terus berusaha bebas tanpa batas ketakutan pada apa pun juga.
103.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 144 Beses bilang the lost battalion
Read
+Library
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status