Hati yang lemah
Aku menatapnya, terpaku sejenak memandangi wajah tampannya membuat hatiku berdesir dan pembuluh darahku melebar sehingga banyak darah yang terpompa menuju ke wajahku yang perlahan-lahan memerah.
"Nama saya Levi, " aku menunjuk tag name yang tersemat di dadaku dengan sebal.
"Dan soal nomor telepon, anda bisa mencatat yang tertera di buku menu kalau sekiranya ingin memesan tempat, permisi" memandangnya dengan intens, sudut bibirnya sedikit berkedut melihat wajah ku yang sedikit memerah karena aku berhasil meredam detak jatungku yang tadinya berdetak cepat, apa ini? perasaan yang aku tidak tau...Ah aku akan bertanya pada Fera besok. sejurus kemudian aku berjalan secara tergesa-gesa kembali menj
Hot Chapters