Insinyur Termalas Dari Dunia Lain
"Perjalanan pulang panjang. Kita butuh tenaga."
Theron menghela napas, lalu mengangkat sendok. Tapi sebelum sendok itu mencapai mulutnya, sebuah suara tua dan berkerut menyapanya.
"Anak muda, kau mencari seseorang, bukan?"
Theron menoleh. Di meja sebelah, duduk seorang wanita tua yang tidak ia sadari sebelumnya. Wanita itu sangat tua—mungkin berusia delapan puluh atau sembilan puluh tahun—dengan rambut putih tipis dan kulit keriput seperti kertas. Matanya, meskipun kabut katarak mulai menutupinya, masih menyimpan kecerdasan yang tajam. Pakaiannya sederhana, hitam lusuh, dengan selendang wol melilit bahunya yang ringkih.
Hot Chapters