Ranjang Panas Suamiku
Gigitannya pada roti terasa lebih keras dari seharusnya, rahangnya mengeras, sementara tatapannya jatuh lurus ke depan, dingin, datar, dan sulit di artikan.
"Opini tidak menghasilkan keuntungan," ujar Sambara singkat.
Agnira menghela napas lelah, dia merasa heran dengan isi pemikiran Sambara. Bagaimana bisa pria ini benar-benar kaku dan sangat sulit ditebak?
"Tidak semua hal tentang keuntungan, Sambara," ucap Agnira pelan.
Pria itu terkekeh pelan. Bukan tawa hangat, lebih seperti reaksi sinis yang tertahan.
Hot Chapters