Dari sudut pandang seorang yang terobsesi dengan dinamika keluarga dewa-dewi Olympia, hubungan Ares dan Zeus itu seperti ayah yang kecewa dengan anaknya yang terlalu brutal. Zeus, sang pemimpin para dewa, lebih menghargai Athena karena kebijaksanaan dan strateginya, sementara Ares dianggap terlalu haus darah dan tak terkendali. Tapi justru di situan menariknya—Ares mewakili sisi gelap perang yang tak terelakkan, sedangkan Zeus lebih suka perang 'bersih' ala Athena.
Dalam 'Iliad', Homeros menggambarkan Zeus sering memarahi Ares karena sifatnya yang impulsif. Ada satu adegan di mana Zeus bahkan menyebutnya 'dewa paling dibenci'. Tapi uniknya, meskipun sering bentrok, Zeus tetap memberi Ares tempat di Olympus. Ini mungkin cerminan kompleksnya hubungan orangtua-anak: seberapa pun berbeda, ikatan darah tetap ada.