Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bareksa

Bareksa

Nala mengerutkan kening Bagus tersenyum dan melambaikan tangan, memberi isyarat agar Nala turun. Tanpa pikir panjang, Nala menyambar tasnya dan turun dari bus untuk menghampiri Bagus. Pemuda itu tersenyum kepada Nala, membuat Nala merasa matahari seperti ada dua. "Kak Bagus?" "Ikut aku saja, La." Suara Bagus sangat jernih bagai gemericik air di telinga Nala. "Sudah jam segini, kalau kamu naik bus nanti terlambat lagi."
2.1K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as tikar busa
Read
+Library
Tiba-Tiba Dimadu

Tiba-Tiba Dimadu

Setelah sepuluh menit berkendara sampailah aku di depan rumah Bi murni yang berhadapan langsung dengan rumah Ibu. "Aduh Nduk ...." Bik murni menyongsong ku ke pintu pagar. "Mana Raisa, Bik," tanyaku panik. "Gak tahu Nduk, katanya mau diajak jajan, tapi sudah satu jam belum pulang," jawab Bik Murni tak kalah panik.
1059.8K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as tikar busa
Show Reviews (15)
Read
+Library
Kiky
endingnya sangat mengecewakan..! padahal secara jelas udah kentara banget kamu itu cuma cadangan Jannah..! seandainya aib nya angel gak ketahuan, gak akan mungkin Rafiq mau nyariin kamu.. ini malah balikan lg ma Rafiq.. astaga harga diri wanita di novel² skrng pada gak ada ya...??
anne annisa
versi disini berakhir indah buat jannah. makasih thor udah kasih ending yg lbh baik buat rafiq dan jannah. dulu waktu baca di inn****sama kabeem, sumpah aku pengen protes. gitu amat nasib jannah maupun rafiq. sukses selalu buat author. tetap semangat untuk berkarya.
Read All Reviews
Ayah dari Anakku Ternyata

Ayah dari Anakku Ternyata

Hari ini pria itu terlihat begitu kasual, memakai kaos seragam dengan para karyawan dipadu dengan celana jeans. “Semoga hari ini cerah dan menyenangkan untuk kalian semua! Saya dan istri akan menaiki bus nomor 1 sisanya bisa dibagi-bagi saja sesuai yang kemarin kita bicarakan. Selamat bersenang-senang!” Kalimat penutup itu disambut meriah dengan tepuk tangan oleh para karyawan dan keluarga mereka. Dengan tertib semuanya masuk ke dalam bus, Tikta membantu Nina menaiki bus dan mereka duduk di depan tepat di belakang kursi supir.
3.8K viewsCompletedAdded to Library 96 Times as tikar busa
Read
+Library
Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

Dua bukit indah menggelantung di depan mata pemuda itu. Tika hanya menahan air matanya. Dia tak bisa berbuat apa-apa. Yang dia pikirkan saat itu adalah Banu Wijaya. "Kakak... Semoga kamu mengingatku, semua ini aku lakukan hanya untukmu..." kata Tika Wijaya dalam hati. Matanya langsung terpejam saat mulut Adi Kelana melahap tubuhnya dengan buas. Menggerayangi dan meremas semua tubuhnya dengan keras.
1010.7K viewsCompletedAdded to Library 246 Times as tikar busa
Read
+Library
Kapan Kamu Menyentuhku?

Kapan Kamu Menyentuhku?

Budi kembali mengatupkan kedua tangannya di dada, sebagai permohonan maaf pada Dika. "Ayo!" Tenaga Budi memang besar. Maklum saja, biasa bekerja mendorong gerobak bubur ayam naik turun di jalanan, tentu saja jika hanya mengangkat Tika, sangatlah mudah baginya. "Pak Dika, saya gak mau pulang kampung," rengek gadis itu. Budi sudah menggendong adiknya di punggung, lalu berjalan dengan cepat untuk segera memasukkan Tika ke dalam mobil. Ingin sekali gadis itu turun dan berlari masuk kembali ke rumah Dika, tetapi pantatnya masih sangat sakit dan ia tidak bisa melakukan hal yang paling ingin ia lakukan. Budi mengambil tas jinjing dan ransel milik Tika yang tadi sempat ia tinggalkan di ruang tamu, s
1054.4K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as tikar busa
Read
+Library
TEBUSAN CINTA : Ketika Ancaman Menyatukan Dua Masa Lalu

TEBUSAN CINTA : Ketika Ancaman Menyatukan Dua Masa Lalu

“Kamu serius sudah mengecek ke rumah sakit itu?” pertanyaan Aurelia yang memastikan lagi tentan sang supir bus tersebut. “Iya, setelah menelpon pihak rumah sakit di Bogor, aku langsung menelpon pihak rumah sakit di Jakarti, tetapi nama tersebut tidak terdaftar,” jelas sang asisten saat pandangannya masih serius pada tablet yang dipegangnya. “Sebaiknya kita jangan membahasa ini dulu,” cetus Raka saat mobil yang dibawanya kini mendekati gerbang masuk istana negara.
520 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as tikar busa
Read
+Library
Istri Tanpa Suami

Istri Tanpa Suami

Emir, Amira, dan Aminarsih sudah berada di dalam bus, menuju Bali. Kenapa bisa naik bus? Karena Emir membatalkan tiket pesawat bisnisnya. Ami tak memiliki KTP, sehingga tidak memungkinkan untuk berangkat dengan pesawat bersama dengannya.
9.9169.6K viewsCompletedAdded to Library 6.4K Times as tikar busa
Read
+Library
Asmaraloka

Asmaraloka

Biarkan Arkha bodoh sekali ini saja demi wanita yang ia suka. “Eh, gak usah, dikit lagi bus gue juga dateng kok” Sebenarnya perasaan Kiara kini tak menentu, ia memutuskan menaiki bus agar lama diperjalanan, ia harus mendamaikan pikirannya yang mulai bertaut lagi-lagi dengan Bara. “Yaudah, Arkha tunggu Kiara sampe bus nya dateng, ya?”
2.9K viewsOn holdAdded to Library 67 Times as tikar busa
Read
+Library
Can is mine

Can is mine

Sungguh, ia belum siap. "Tik!" sapa Bisma yang kini telah berdiri di hadapan Tika. Menghentikannya berjalan. Perlahan-lahan Tika mendongak, degup jantungnya kini berpacu dengan kecepatan tinggi. Keringat dingin pun bahkan tengah menguasai tubuhnya saat ini. "A-apa Bis?" tanya Tika berusaha menyembunyikan kegugupannya.
1010.4K viewsCompletedAdded to Library 406 Times as tikar busa
Read
+Library
TAKHTA BAYANGAN

TAKHTA BAYANGAN

"𝘼𝙥𝙖 𝙢𝙖𝙠𝙨𝙪𝙙𝙢𝙪? 𝙎𝙞𝙨𝙩𝙚𝙢 𝙠𝙤𝙣𝙩𝙧𝙤𝙡 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙖𝙥𝙖?" "𝙈𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙗𝙪𝙩𝙣𝙮𝙖 '𝙏𝙖𝙠𝙝𝙩𝙖 𝘽𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣,'" pria itu melanjutkan, suaranya hampir berbisik. "𝙎𝙚𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙩𝙚𝙠𝙣𝙤
101.7K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as tikar busa
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status