Kapan Kamu Menyentuhku?
Budi kembali mengatupkan kedua tangannya di dada, sebagai permohonan maaf pada Dika.
"Ayo!" Tenaga Budi memang besar. Maklum saja, biasa bekerja mendorong gerobak bubur ayam naik turun di jalanan, tentu saja jika hanya mengangkat Tika, sangatlah mudah baginya.
"Pak Dika, saya gak mau pulang kampung," rengek gadis itu. Budi sudah menggendong adiknya di punggung, lalu berjalan dengan cepat untuk segera memasukkan Tika ke dalam mobil. Ingin sekali gadis itu turun dan berlari masuk kembali ke rumah Dika, tetapi pantatnya masih sangat sakit dan ia tidak bisa melakukan hal yang paling ingin ia lakukan. Budi mengambil tas jinjing dan ransel milik Tika yang tadi sempat ia tinggalkan di ruang tamu, s