Ketua Geng itu Suamiku
Tangan gue terangkat, menyentuh satu per satu bekas yang Mbin tinggalkan di kulit gue.
Astaga.
Pikiran gue kembali muter ke kata-kata terakhirnya sebelum dia pergi.
"You are mine."
Gue meremas kaus gue di dada, muka gue seketika panas sendiri ngebayangin nada suaranya saat dia bilang itu. Tegas, tapi ada sesuatu di dalamnya yang lebih dari sekadar klaim.
Mbin benar-benar gila. Cara dia memperlakukan gue, cara dia ngecap gue sebagai miliknya, cara dia ninggalin jejak yang nggak akan bisa gue lupain.