Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bayi Bos

Bayi Bos

"Bulan madu." "Kok mendadak?" "Anggap saja kita sedang dapat kupon gratis." "Jadi aku nggak perlu pesen tiket?" "Kita akan naik pesawat jet." Wajah Rin langsung berubah, berkedip tidak percaya. "Dari sahabatmu tadi?" "Iya," "Wah, dia kaya raya ya?" "Dia sangat kaya." Aset Siluet diperkirakan mencapai ratusan triliun, maka dari itu Lazio kesulitan mengatasinya.
1017.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 652 kali sebagai tikar busa
Baca
+Pustaka
Belenggu Pernikahan Tuan Arya

Belenggu Pernikahan Tuan Arya

*** "Bangun, sudah sampai." Tiara membuka mata dan mendapati kernet bus menepuk bahunya. Wanita itu mengusap mata lalu berdiri dengan pelan. Untunglah tak ada satupun orang yang dia kenal selama berada di bus ini. Jika sampai itu terjadi, maka pelariannya akan sia-sia. "Cepat sedikit. Ini sudah malam." Kernet bus itu mendorong tubuh Tiara karena tak sabar. Entah ini jam berapa. Tiara bahkan tak membawa apapun selain baju yang melekat di badannya.
8.22.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai tikar busa
Baca
+Pustaka
Mendadak Dijodohkan dengan CEO Tampan

Mendadak Dijodohkan dengan CEO Tampan

Pergi sejauh mungkin dari Raka dan Gavi, dari semua kebohongan yang mereka ciptakan. Kinara naik taksi. Ia meminta sopir taksi untuk membawanya ke terminal bus. Kinara membeli tiket bus. Ia tidak tahu ke mana bus itu akan pergi. Ia hanya ingin pergi. Bus itu membawanya ke sebuah desa yang jauh dari kota. Desa itu kecil, tapi terlihat damai. Kinara turun dari bus, ia menghirup udara segar. Kinara merasa... ia merasa bahwa ia telah menemukan kedamaian.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai tikar busa
Baca
+Pustaka
Perjalanan ke Masa Lalu Istri yang Diselingkuhi

Perjalanan ke Masa Lalu Istri yang Diselingkuhi

Dan rasanya sangat aneh. “Oh ya udah. Yuk, busnya udah datang,” kata Tian. Bus berwarna biru, kecil dan muat dengan 32 penumpang itu berhenti di depannya. Padahal bus sudah penuh berjubel murid dari SMA lain, tapi si supir masih ingin mengangkut lebih banyak penumpang lagi. “Tapi penuh Ras, mau nunggu bus berikutnya aja?” “NGGAK!” sambar Laras yang panik. Ia tak bermaksud ingin meninggikan suaranya pada Tian. Hingga membuat lelaki itu sedikit terkejut kemudian tersenyum.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai tikar busa
Baca
+Pustaka
Jenderal Naga

Jenderal Naga

Tak ada yang menyangka bahwa Basita bisa menghempaskan Tara hanya dengan satu serangan aura, padahal Tara telah mengalahkan Jamal dengan satu gerakan saja. Tara berpikir sejenak sebelum akhirnya berkata, “Baiklah, kalian boleh turun dari gunung ini. Mulai hari ini, siapa pun yang melangkah ke Gunung Bushu, akan langsung dibunuh.” “Dewi, apa maksudmu?”
9.11.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37.2K kali sebagai tikar busa
Tampilkan Ulasan (251)
Baca
+Pustaka
Aura Tion
ceritanya bagus tapi sayang bro,, durasi waktu emang terlalu cepat. Ini namanya ngejebak pembaca ngabisin Kouta dan uang hanya untuk baca secara online. dipikir- pikir lebih baik beli novel. tolonglah yg bertanggung jawab atas ini semua penulis atau penanggung jawab aplikasi, jgn mau untung sendiri.
Jack
baru sampe bab 44,kok saya merasa isi cerita selanjutnya nya akan bikin kecewa.sudah bosan sama cerita orang berkuasa yang pura2 lemah,g jauh isi nya dari penghinaan dan selesai nya permasalahan seolah selesai bukan karena kekuasaan nya (pemeran) sendiri tapi karena orang lain.begitu terus berulang2
Baca Semua Ulasan
Rahasia di Dalam Bus

Rahasia di Dalam Bus

"Tadi kamu sudah melihatku dan mendapatkan tontonan gratis, apa itu masih belum cukup?" Dia terkekeh, berbisik tepat di telingaku, "Ya, caramu menghibur diri tadi benar-benar memikat jiwaku. Coba bayangkan, bagaimana kalau sekarang aku membungkam mulutmu, lalu menyeretmu turun dari bus? Di luar sana, semuanya hanya ladang jagung yang gelap gulita. Nggak akan ada yang bisa mendengar teriakanmu yang memalukan itu." Secara naluriah tanganku mencengkeram kursi di belakangku, aku menggigit bibirku yang gemetar. "Apa sebenarnya maumu?"
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai tikar busa
Baca
+Pustaka
Bos, Kamu Terlalu Panas

Bos, Kamu Terlalu Panas

Tatapan matanya masih hangat sama seperti biasanya, tidak ada perasaan canggung atau menjauh seperti yang Ariana pikirkan sebelumnya. “Ya, Nak, berangkatlah ke kantor bersama Dokter Arka. Kalau pergi ke halte nanti harus menunggu bus, bagaimana kalau terlambat?” Ariana menganggukkan kepalanya, dia berpamitan pada ibunya lalu pergi bersama Arka. Sisil sudah pergi ke sekolah bersama Bibi pelayan seperti biasa. *** Di dalam mobil Ariana tidak mengatakan apa pun. Arka memutuskan untuk menjelaskannya. Dia tahu Sisil pasti sudah menceritakan tentang kunci di laci kamarnya.
714.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai tikar busa
Baca
+Pustaka
Legenda Penjinak Monster

Legenda Penjinak Monster

"Bos, aku berhasil mendapatkan pasir untukmu!" Pada saat yang sama, Pemburu Harta Karun Tikus membawa seekor tikus kembali dari reruntuhan kota. Tikus Pemburu Harta Karun memimpin jalan, tetapi tikus di belakangnya berhenti setiap tiga langkah, ragu untuk maju. Mata kecilnya berkilat panik. Lin Ke tidak memilih untuk mensintesis hewan peliharaan kedua berdasarkan keinginannya.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai tikar busa
Baca
+Pustaka
Hasrat Kakak Tiri

Hasrat Kakak Tiri

Dan mendadak— firasat buruk mulai merayap naik ke tengkuknya. “Buset…” gumamnya kecil. “Ini jangan-jangan…” Sementara itu— Alena juga ikut menatap Arka cukup lama. Keningnya berkerut samar. Ada rasa familiar. Sangat familiar. Namun ia belum benar-benar ingat. Arka yang salah tingkah justru buru-buru menggaruk belakang lehernya. “Hehe…” senyumnya canggung.
7.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai tikar busa
Baca
+Pustaka
Bosku Ternyata Adalah Saudara Tiriku

Bosku Ternyata Adalah Saudara Tiriku

saut Rey. Rey yang sudah kesal itu melupakan tujuan utama nya menghampiri Nick, ia pun langsung pergi kembali ke Kania yang sedang bersama dengan Kania. "Kamu habis darimana? kenapa wajah mu terlihat kesal begitu?" tanya Kania. "Aku hanya habis bertemu dengan tikus yang menjengkelkan tadi," kata Rey. Kania tersenyum,"Ternyata masih ada banyak tikus ya di hotel semewah ini,"
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai tikar busa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status