Rahasia di Dalam Bus
"Tadi kamu sudah melihatku dan mendapatkan tontonan gratis, apa itu masih belum cukup?"
Dia terkekeh, berbisik tepat di telingaku, "Ya, caramu menghibur diri tadi benar-benar memikat jiwaku. Coba bayangkan, bagaimana kalau sekarang aku membungkam mulutmu, lalu menyeretmu turun dari bus? Di luar sana, semuanya hanya ladang jagung yang gelap gulita. Nggak akan ada yang bisa mendengar teriakanmu yang memalukan itu."
Secara naluriah tanganku mencengkeram kursi di belakangku, aku menggigit bibirku yang gemetar. "Apa sebenarnya maumu?"